Saturday 10th December 2022,

Kajian Fiqh Generasi Muda Masjid Agung Al A’la Gianyar; Jenis Air Untuk Bersuci

Kajian Fiqh Generasi Muda Masjid Agung Al A’la Gianyar; Jenis Air Untuk Bersuci
Share it

ASWAJADEWATA.COM | GIANYAR

Kewajiban utama setiap makhluk ialah beribadah kepada Allah SWT. Kewajiban beribadah tertuang di dalam Al-Qur’an Surat Az-Zariyat ayat 56 yang berbunyi,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku”.

Dan untuk melaksanakan tugas tersebut, maka perlu kita lakukan hal – hal yang yang disyariatkan untuk menunjang kesempurnaan beribadah, seperti bersuci.

Thoharoh ( طهارة ) merupakan suatu pekerjaan dimana dengan pekerjaan itu kita diperbolehkan untuk ibadah, misalnya seperti Sholat.

Demikianlah yang disampaikan oleh Ustadz Nur Yahya Fahrezy, guru tugas dari Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan, Jawa Timur, saat mengisi kajian fiqh di Masjid Agung Al A’la Gianyar (12/12).

Kajian Fiqh Generasi Muda Masjid Agung Al A’la Gianyar (12/12).

Salah satu alat yang dapat digunakann untuk bersuci adalah air. Dan terdapat tujuh jenis air yang dapat digunakan untuk bersuci yakni air yang turun dari langit / air hujam, air asin / air laut, air tawar / air sungai, air sumur, air sumber / air dari mata air, air es / salju dan air embun.

Namun dari air yang disebutkan tadi terbagi lagi menjadi 4 jenis. Pertama ialah air suci dan mensucikan (air mutlaq). Kedua, air suci namun makruh untuk mensucikan. Seperti air yang dipanaskan dengann sinar matahari.

Ketiga, air suci namun tidak dapat mensucikan. Seperti air musta’mal (air yg telah digunakan utk bersuci) dan air yang bercampur dgn benda suci seperti air teh. Keempat, ialah air suci yang terkena najis. Air ini terbagi menjadi dua, yakni air yang sedikit dan terkena najis. Maka air ini hukumnya najis. Dan air yang banyak dan terkena najis. Selama sifat air tersebut tidak berubah dan jumlahnya adalah 2 qullah atau lebih, maka hukumnya suci.

Adapun ukuran 2 qullah tersebut menurut Imam Nawawi ialah 174,580 Liter. Dan menurut Imam Rofi’i: 176,245 Liter, tutupnya pada Kajian Fiqih bab thoharoh yang dijabarkan dalam Kitab Fathul Qorib.

Kajian ini diselenggarakan oleh Generasi Muda Masjid Agung Al – A’la Kabupaten Gianyar.

Penulis: Agus Surya

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »