Wednesday 25th November 2020,

Meluruskan dan Membenahi Niat Dengan Nilai Ketulusan

Meluruskan dan Membenahi Niat Dengan Nilai Ketulusan
Share it

ASWAJADEWATA.COM – Rais Syuriyah PCNU Kota Denpasar KH. Mustafa Al Amin mengawali ta’limnya di Mushalla Al Ikhlas Pulau Misol Denpasar bahwa yang mengantarkan amal ritual kita dan amal-amal kita menjadi berkualitas dan dalam satu sisi hukum fiqih menjadi keabsahan diterima atau tidak diterima suatu amal. Maka betapa pentingnya untuk meluruskan dan membenahinya. (15/2)

Karena bisa saja pontang panting kita melakukan amal ibadah dan kebaikan-kebaikan, karena niat yang tidak tulus dan motivasi yang tidak benar malah mengantarkan kita kepada kerugian yang tidak medapatkan apapun seperti halnya pahala, maupun dari sudut tidak diterima di sisi Allah swt.

Kemudian beliau mengingatkan bahwa Momentum hijrahnya Rasulullah dari Mekkah ke Madinah dengan beberapa sahabat yang dipilih, Rasul menekankan kepada para sahabat bahwa hijrah bukan hanya pindah tempat, wilayah, atau secara fisikal. Maka dia adalah merupakan aktivitas yang melibatkan aspek lahiriyah tapi aspek fikriyah maupun batiniyah. Terang alumni Pondok Pesantren At Tamimi, Praya, Lombok Tengah

Agar segala aktifitas yang dilakukan setelah hijrah benar-benar lurus, bersih dan terjaga dari tumpangan-tumpangan motivasi yang kurang baik baginya.

Sedangkan dalam persfektif fiqih niat menjadi penentu sah atau tidak sahnya amal, walaupun kita tahu semuanya tidak bergantung kepada niat. Namun, pada umumnya amal-amal itu bergantung keabsahannya kepada niat, seperti wudhu, shalat, puasa, haji, zakat dan lain sebagainya.

Hal ini bermuara pada pemahaman fiqih para ulama tentang hadits yang berbunyi innamal a’malu binniyat (sesunnguhnya setiap amal perbuatan itu tergantung niatnya).

(Syahrial)

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »