Saturday 27th November 2021,

Menilik Sejarah Makam Pangeran Mas Sepuh, Putra Raja Mengwi VII

Menilik Sejarah Makam Pangeran Mas Sepuh, Putra Raja Mengwi VII
Share it

ASWAJADEWATA.COM |

Mengunjungi dan mengorek sekelumit sejarah salah satu makam yang banyak diziarahi warga muslim di Bali, dan diyakini sebagai salah satu makam dari para Auliya’ yang terletak di tepi pantai Seseh Canggu, Badung ini cukup menarik. Setidaknya kita dapat menemui juru kunci (Pemangku) yaitu Wayan Cantri untuk mencari tau. Beliau adalah seorang pendeta Hindu yang ditugaskan oleh kerajaan Mengwi, Badung untuk merawat makam tersebut saat ini.

Menurut keterangan Pak Mangku begitu dia biasa disapa, bahwa makam tersebut adalah makam Raden Amangkuningrat yang bergelar Pangeran Mas Sepuh dengan gelar Islam Syekh Ahmad  Hamdun  Khairus Saleh. Beliau adalah putra Raja Mengwi ke VII dari ibu yang berasal dari Blambangan (Banyuwangi Jatim). Ibunya adalah seorang muslimah dan semasa kecil beliau dididik dan dibesarkan di dalam lingkungan Islami. Setelah dewasa Pangeran Mas Sepuh menanyakan kepada ibunnya mengenai siapa sebenarnya ayahnya.

Setelah Pangeran Mas Sepuh mengetahui siapa ayahnya, beliau memohon izin kepada ibunya untuk mencari ayah kandungnya dengan niat akan mengabdikan diri kepada ayahnya sendiri. Dengan berat hati ibunya melepas kepergian Pangeran Mas Sepuh dengan sekelompok  pengawalnya ke Bali, dan membekalinya sebuah keris pusaka yang berasal dari kerajaan Mengwi asal ayahnya.

Namun setelah Pangeran Mas Sepuh bertemu dengan para keluarga kerajaan Mengwi, maka terjadilah kesalahpahaman diantara mereka. Karena tidak ada rasa saling pengertian maka Pangeran Mas Sepuh memutuskan untuk kembali ke Blambangan.

Dalam perjalanan pulang sesampainya di Pantai Seseh, sewaktu Pangeran Mas Sepuh hendak menyeberang, tiba-tiba beliau diserang oleh sekelompok orang bersenjata yang tak dikenal dan terjadilah perkelahian diantara kedua belah pihak.

Lama kemudian, perkelahian ini memakan korban, akhirnya Pangeran Mas Sepuh mengeluarkan senjata pusaka yang berupa keris dari pemberian ibunya, dan terjadilah peristiwa aneh, ketika Pangeran Mas Sepuh mengeluarkan keris pusaka itu dan mengacungkannya ke atas tiba-tiba sekelompok orang yang menyerang beliau terdiam tak dapat bergerak laksana sebuah patung.

Namun karena jiwa pemaaf yang dimiliki oleh Pangeran Mas Sepuh, mereka dimaafkan dan akhirnya menyerah serta memohon maaf kepada Pangeran Mas Sepuh.

Cerita tentang sebab wafatnya Pangeran Mas Sepuh selang beberapa lama seusai kejadian tersebut hingga kini masih belum begitu jelas. Sejak itu beliau tidak pernah kembali ke Blambangan dan dimakamkan bersama beberapa pengikut setianya di Pantai Seseh Desa Munggu Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung Provinsi Bali dan dikenal dengan “Keramat Pantai Seseh.” (*)

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »