Tuesday 19th January 2021,

75 Tahun Wafatnya KH. Hasyim Asy’ari, Ini 24 Wasiat Sarat Hikmah

75 Tahun Wafatnya KH. Hasyim Asy’ari, Ini 24 Wasiat Sarat Hikmah
Share it

ASWAJADEWATA.COM

Ramadhan tahun itu, umat Islam Indonesia sebetulnya telah memulai menghirup udara kemerdekaan. Namun situasinya tak jauh beda dengan tahun-tahun sebelumnya. Bahkan mungkin lebih menderita. Pasalnya, mereka tengah menghadapi Agresi Militer Belanda pertama pada 21 Juli 1947. Persis 2 hari memasuki bulan Ramadhan.

Beberapa hari kemudian, pada 25 Juli 1947 atau 7 Ramadhan 1366 H, di kediaman Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari yang tengah berusia 76 tahun itu kedatangan dua utusan Panglima Besar Jenderal Soedirman dan Bung Tomo.  Salah seorang utusan itu bernama Kiai Gufron, pemimpin Sabilillah Surabaya.

Keduanya mengabarkan situasi bangsa selepas Agresi Militer Belanda I 21 Juli 1947.  “Jenderal Spoor sudah merebut Singosari, Malang,” ujar perwakilan itu. Rais Akbar Nahdlatul Ulama itu kaget luar biasa.

Jatuhnya kota perjuangan, pusat markas tertinggi Sabilillah, badan kelaskaran rakyat yang dipimpin KH Masykur itu, sangat mengejutkannya.  “Masya Allah, masya Allah!” pekiknya. Lalu ia memegang dan menekan kepalanya kuat-kuat.

Keterkejutan yang hebat ini membuatnya pingsan.   Mendengar kabar itu, KH Hasyim Asy’ari mengalami pendarahan otak. Dokter Angka yang didatangkan dari Jombang, tidak bisa berbuat apa-apa karena keadaannya sangat parah sekali.

KH Hasyim Asy’ari dimakamkan di kompleks Pondok Pesantren Jombang, Jawa Timur, sebagai kusuma bangsa. Atas jasa-jasa perjuangannya, Pemerintah Republik Indonesia menganugerahkan gelar Pahlawan Kemerdekaan Nasional kepadanya.

Menurut Choirul Anam, santri Kiai Hasyim mulanya hanya 28 orang pada tahun 1899. Kemudian menjadi 200 orang pada 1910. Pada sepuluh tahun berikutnya, santri berlipat lagi menjadi 2000 orang.  Masih menurut Choirul Anam yang mengutip pendapat Jepang, pada tahun 1942, murid KH Hasyim Asy’ari diperkirakan 25 ribu orang.

Tentang pesantren Tebuireng dan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, KH Saifuddin Zuhri menyebutkan bahwa: Pesantren Tebuireng pada tahun 1939-1940 tetap berada di bawah langit yang cerah dalam masa keemasannya. Tebuireng menjadi mercusuar pondok-pondok pesantren di seluruh Indonesia. Tebuireng menjadi trade mark dan identitas kaum santri. (Abdullah Alawi disarikan dari KH Saifuddin Zuhri dalam buku Guruku Orang-orang dari Pesantren)

Dan berikut 24 wasiat sarat hikmah:

  1. Berjuang Demi Agama & Masyarakat

Bekerja dan berjuang bukan karena kedudukan,  Pengaruh ataupun kekayaan, Tidak pula karena mengharap pujian dan sanjungan, melainkan semua itu dilakukanya demi kepentingan Agama dan Masyarakat.”

  1. Adab dan Ilmu

Kita lebih membutuhkan Adab meskipun sedikit, dibandingkan ilmu sekalipun banyak.”

  1. Santri NU

Siapa yang mau mengurusi NU, saya anggap ia santriku. Siapa yang jadi santriku, saya do’akan husnul khotimah beserta anak cucunya.”

  1. Perpecahan & Fanatik Madzhab

Sesunggungnya perpecahan, pertikaian, saling menghina dan fanatik madzhab adalah musibah yang nyata dan kerugian yang besar.”

  1. Islam Rahmatallil ‘Alamin

Menyiarkan agama islam itu dengan kebaikan. Lemah lembut. Karena bahwasannya Islam adalah rahmatallil alamin.”

  1. Dakwah

Dakwah Dengan Cara Memusuhi Ibarat Orang Membangun Kota, Tetapi Merobohkan Istananya.”

  1. Perbedaan Pendapat

Jangan Jadikan perbedaan pendapat sebagai sebab perpecahan dan permusuhan. Karena yang demikian itu merupakan kejahatan besar yang bisa meruntuhkan bangunan masyarakat, dan menutup pintu kebaikan di penjuru mana saja.”

  1. Umur Tanpa Ilmu

Tatkala umurku habis tanpa karya dan pengetahuan (ilmu), lantas apa makna umurku ini?.”

  1. Buku Dan Ilmu

Berusahalah membeli buku jika tidak memungkinkan menyewa atau meminjamlah, sebab itulah cara memperoleh pengetahuan (ilmu).”

  1. Agama & Nasionalisme

Agama Dan Nasionalisme Adalah Dua Kutub Yang Tidak Berseberangan. Nasionalisme Adalah Bagian Dari Agama Dan Keduanya Saling Menguatkan.”

  1. Alquran & Slhadist

Bahwasanya Alqur’an dan Alhadist adalah pedoman dan rujukan bagi muslimin, hal itu benar adanya. Namun memahami Alquran dan Alhadist Tanpa mempertimbangkan pendapat Para Ulama adalah sulit, atau bahkan tidak bisa.”

  1. Dunia Sebuah Cerita

Tak ada satu pun di dunia ini yg kekal. Maka, ukirlah cerita indah sebagai kenangan. Karena dunia memang sebuah cerita.”

  1. Umur & Masa Muda

Hendaknya segera mempergunakan masa muda dan umurnya untuk memperoleh ilmu, tanpa terpedaya oleh rayuan “menunda-nunda” dan “berangan-angan panjang”, sebab setiap detik yang terlewatkan dari umur tidak akan tergantikan.”

  1. Mengagungkan Masjid

Mengagungkan atau menghormati masjid hukumnya wajib, sedangkan meremehkan atau menghinanya adalah haram.”

  1. Kesabaran Hidup

Menerima sandang pangan apa adanya sebab kesabaran akan ke-serba kekurangan hidup, akan mendatangkan ilmu yang luas, kefokusan hati dari angan-angan yang bermacam-macam dan hikmah hikmah yang terpancar dari sumbernya.”

  1. Membagi Waktu

Pandai membagi waktu dan memanfaatkan sisa umur yang paling berharga itu.”

  1. Mempertahankan Islam

Pertahankanlah agama islam, berusahalah sekuat tenaga memerangi orang yang menghina Al-Quran, menghina sifat Allah dan tunjukan kebenaran pada pengikut kebathilan dan penganut akidah sesat. Ketahuilah usaha memerangi (pemikiran) tersebut adalah Wajib.”

  1. Belajar Lapar

Makan dan minum sedikit. Kenyang hanya akan mencegah ibadah dan bikin badan berat untuk belajar.”

  1. Perpecahan

Perpecahan, Pertikaian dan Permusuhan adalah kejahatan yang mewabah dan dosa besar yang bisa merobohkan tatanan kemasyarakatan dan bisa menutup pintu kebaikan.”

  1. Sikap Wara’

Bersikap wara’ (mejauhi perkara yang syubhat ‘tidak jelas ‘ halal haramnya) dan berhati-hati dalam segala hal.”

  1. Meninggalkan Pergaulan

Meninggalkan pergaulan karena hal itu merupakan hal terpenting yang seyogyanya di lakukan pencari ilmu, terutama pergaulan dengan lain jenis dan ketika pergaulan lebih banyak-main-mainnya dan tidak mendewasakan pikiran.”

  1. Kurangi Tidur

Meminimalisir tidur selama tidak berefek bahaya pada kondisi tubuh dan kecerdasaan otak.”

  1. Kebenaran & Kebathilan

Sesungguhnya kebenaran bisa lemah karena perselisihan dan perpecahan, sementara kebathilan kadang menjadi kuat karena persatuan dan kekompakan.”

  1. NU Selamanya

Jika NU ada seribu orang, carilah aku pasti disana. Jika NU ada seratus orang, percayalah aku diantaranya. Jika NU hanya sepuluh orang, akulah salah satu darinya dan jika NU hanya satu orang, akulah orangnya.

Sumber: NU Online dan kangfixi

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »