Sunday 01st August 2021,

Lewat Keempat Visinya, IPPNU Sempurnakan Simpul Keilmuan dan Kebangsaan

Lewat Keempat Visinya, IPPNU Sempurnakan Simpul Keilmuan dan Kebangsaan
Share it

ASWAJADEWATA.COM | 

Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) sebagai organisasi sayap pemudi NU adalah wadah yang menghimpun para nahdliyyin dari kalangan remaja putri. Organisasi ini menjadi tempat tumbuhnya tunas-tunas muda NU yang memiliki beragam potensi dan diharapkan nantinya bisa mengambil peran penting dalam mengisi pembangunan peradaban bangsa dari segala aspek.

Visi organisasi IPPNU itu sendiri adalah, ingin membentuk kesempurnaan pelajar putri di Indonesia. Dan pertama kali yang disebut adalah kata takwa, lalu akhlak, ilmu dan terakhir adalah wawasan kebangsaan. Jika kita petakan maka ada empat visi yang sangat dipegang teguh oleh organisasi IPPNU ini. Berikut penjelasannya;

Takwa

Takwa dalam islam merupakan suatu tema yang sangat sentral dan sering didengar dari kalangan bawah hingga atas, mulai dari ceramah, pengajian hingga acara-acara webinar. Takwa sendiri memiliki arti mendalam dan familiar di kalangan pelajar. Di dalamnya terkandung makna kebaikan dan kebenaran sesuai tuntunan agama.

Membangun rasa takwa dilakukan oleh IPPNU dengan cara memperkuat kecintaan terhadap Tuhan, seperti yang sering dilakukan di ranting hingga anak cabangnya adalah pengajian dan sholawatan keliling ala tradisi NU. IPPNU juga meletakkan takwa pada barisan pertama diringi dengan kata akhlak dalam visinya.

Akhlak

Akhlak di sini menjelaskan bagaimana tuntunan berperilaku yang baik seperti jujur, bersikap baik, amanah, berperasaan dan lainnya. Seperti perintah utama Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW menyampaikan risalah Nya untuk menyempurnakan akhlak manusia,. Di sinilah peran IPPNU sebagai organisasi terpelajar perempuan yang penuh sadar dan tanggung jawab untuk memperbaiki akhlak kadernya, minimal akhlak diri sendiri.

Peran ini sangat strategis karena sebagai organisasi yang diisi oleh generasi muda putri, IPPNU bisa membangun karakter kadernya dari sejak usia dini, sekaligus meletakkan dasar bagi mereka sebagai bekal untuk tumbuh berkembang dengan positif yang nantinya menjadi tempat pendidikan awal setiap generasi berikutnya yang lahir.

Ilmu

Dikatakan sebagai organisasi pelajar, IPPNU sudah pasti memiliki visi keilmuan yang jadi patron dalam setiap aktivitasnya. bagaimana segala kegiatan yang dilakukan selalu bernuansa pembelajaran. Baik itu sains maupun agama.

Budaya dan perkembangan peradaban yang senantiasa dinamis seiring dengan perubahan zaman dan pengembangan teknologi menuntut setiap manusia untuk selalu belajar. Sehingga memiliki kecakapan intelektual individu yang cukup guna selalu dapat beradaptasi dan terhindar dari ketertinggalan, juga memungkinkannya untuk berperan aktif menyebarkan nilai-nilai kebaikan kepada yang lain sesama anak bangsa, atau bahkan warga dunia.

Visi yang satu inilah yang kini membuat IPPNU tidak hanya menyebar pesat di kalangan pesantren. Tetapi juga di sekolah dan kampus negeri. IPPNU senantiasa memberikan ruang keilmuan bagi pelajar putri di Indonesia mulai dari tingkat kelurahan hingga pusat, mulai dari SMP hingga perguruan tinggi, mulai dari ponpes hingga kampus negeri maupun swasta nasional. Ruang keilmuan seperti ini menjadikan pelajar putri memiliki pemikiran kedepan dan kepekaan sosial yang tinggi terhadap masyarakat.

Wawasan Kebangsaan

Wawasan kebangsaan menjadi visi berikutnya yang tak kalah pentingnya dari ketiga visi diatas. Sebab telah diketahui bersama bahwa NU telah menyatakan bahwa Agama dan Bangsa adalah dua hal yang tak dapat dipisahkan karena hal itulah yang menjadi dasar kekuatan NKRI yang multikultur dan majemuk ini. Oleh karenanya, wawasan kebangsaan ini harus tertancap erat dalam hati setiap nahdliyyin dimanapun mereka berada.

Visi terakhir ini menjadi pembeda NU sebagai organisasi induk dari IPPNU dengan beberapa ormas keagamaan lain yang hanya mengangkat visi agama saja. Tanpa menyertakan visi negara sebagai dasar arah bergeraknya organisasi.

Kini, di Harlah IPPNU ke 66 yang bertepatan dengan masa pandemi yang masih melanda, tantangan organisasi menjadi semakin berat. Untuk itu dituntut kreatifitas ekstra dari setiap pengurus dan kader IPPNU untuk terlibat langsung dan bahu membahu berjuang bersama banom-banom lain di tubuh Nahdlatul Ulama. sebagai wujud pengabdian kepada agama dan bangsa. Sesuai jargonnya yang selalu digemakan…Belajar, Berjuang, dan Bertakwa.

Penulis: Dadie W. Prasetyoadi

 

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »