Momentum Hari Pahlawan, MUI Denpasar Ajak Generasi Muda Meneladani Nilai Kepahlawanan

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Email

Denpasar, 10 November 2025 —Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional, Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Denpasar, Ustadz Nur Wahyudi, bersama para Ketua Majelis Agama Kota Denpasar turut mendampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar dalam prosesi pembacaan doa pada upacara Hari Pahlawan 10 November 2025 yang diselenggarakan di Lapangan Lumintang, Denpasar.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah daerah, tokoh lintas agama, pelajar, dan masyarakat umum yang dengan khidmat mengikuti jalannya upacara. Dalam suasana yang penuh haru dan semangat kebangsaan, pembacaan doa menjadi simbol pengharapan agar nilai-nilai perjuangan para pahlawan senantiasa hidup di hati seluruh anak bangsa.

Saat dihubungi oleh Media Aswaja Dewata, Ustadz Nur Wahyudi menyampaikan bahwa momen peringatan Hari Pahlawan merupakan sarana penting untuk merenungkan kembali jasa para pejuang bangsa.

Menurut beliau, “Pahlawan yang kita kenang bukan hanya mereka yang secara resmi tercatat sebagai Pahlawan Nasional, tetapi juga seluruh pejuang tanpa nama yang dengan keikhlasan dan kegigihan telah berjuang demi kemerdekaan, keamanan, dan kemakmuran Negara Kesatuan Republik Indonesia.”

Lebih lanjut, Ustadz Nur Wahyudi, yang juga merupakan dosen di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Denpasar, menegaskan bahwa penghormatan terhadap jasa para pahlawan tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan harus diwujudkan dalam penanaman nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan generasi muda masa kini.

“Nilai-nilai seperti keberanian, tanggung jawab, dan solidaritas harus terus ditumbuhkan dalam diri setiap anak bangsa. Dengan demikian, semangat juang para pahlawan tidak akan pernah pudar oleh waktu,” ujarnya.

Selain itu, beliau juga menekankan bahwa peringatan Hari Pahlawan merupakan wasilah (perantara) untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, terutama di tengah keragaman Indonesia yang majemuk.

“Momen ini mengingatkan kita bahwa kemerdekaan tidak diraih oleh satu golongan, tetapi merupakan hasil perjuangan bersama dari berbagai suku, agama, dan daerah. Maka, menjaga persaudaraan kebangsaan adalah bentuk nyata penghormatan kita terhadap pengorbanan para pahlawan,” tutup beliau.

Upacara Hari Pahlawan tahun ini tidak hanya menjadi refleksi sejarah, tetapi juga momentum mempertegas komitmen seluruh elemen masyarakat Denpasar untuk meneruskan perjuangan para pahlawan dengan cara menjaga kedamaian, meneguhkan persatuan, dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah kehidupan modern yang penuh tantangan.

diunggah oleh:

Picture of Muhammad Ihyaul Fikro

Muhammad Ihyaul Fikro

ADMIN ASWAJA DEWATA

artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »