DENPASAR – Memperingati Hari Pahlawan Nasional 10 November, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Denpasar menyerukan kepada seluruh masyarakat, khususnya umat Islam, untuk menghayati dan meneladani nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari. Peneladanan ini bukan hanya sekadar seremoni tahunan, melainkan wujud nyata melanjutkan perjuangan para pendahulu.
Semangat Persatuan dan Rela Berkorban
MUI menekankan bahwa semangat utama yang harus diteladani dari para pahlawan adalah persatuan, kerelaan berkorban, dan cinta tanah air. Para pahlawan telah mengorbankan jiwa, raga, dan waktu demi kemerdekaan dan kedaulatan bangsa tanpa memandang perbedaan suku, agama, maupun golongan.
“Para pahlawan kita adalah teladan nyata dari nilai-nilai keislaman dan kebangsaan, yaitu sikap ikhlas berkorban, berani, dan mendahulukan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi atau kelompok,” ujar Sekretaris MUI Kota Denpasar.
Di era modern, semangat perjuangan ini diwujudkan melalui kerja nyata, inovasi, dan kontribusi positif untuk memajukan bangsa di berbagai bidang.
Membendung Degradasi Moral dan Sosial
MUI Kota Denpasar juga menyoroti pentingnya meneladani sikap kepahlawanan untuk membendung gejala degradasi moral dan sosial yang mulai mengikis nilai-nilai budaya bangsa. Penyimpangan perilaku seperti penyebaran hoaks, fitnah, ujaran kebencian, korupsi, hingga lemahnya ikatan sosial dinilai jauh dari nilai-nilai kepahlawanan yang luhur.
Para pahlawan mengajarkan kejujuran, etika, dan hukum sebagai fondasi masyarakat yang bermartabat. Oleh karena itu, masyarakat diajak untuk kembali memupuk sifat-sifat kepahlawanan dan kesetiakawanan sosial mulai dari lingkup terkecil, yaitu diri sendiri dan lingkungan sekitar, demi kemaslahatan bersama.
Menghargai Jasa Tokoh Bangsa
Selain pahlawan kemerdekaan, MUI juga mengimbau agar masyarakat menghargai jasa seluruh tokoh bangsa dan para pemimpin negara yang telah berkontribusi besar dalam sejarah perjalanan Indonesia, termasuk para mantan presiden.
MUI mengingatkan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pendahulunya. Meskipun setiap manusia memiliki kekurangan, umat diajarkan untuk mengingat kebaikannya dan memaafkan kesalahannya, serta menilai perjuangan mereka secara adil dan proporsional sesuai tantangan zamannya.
Dengan menanamkan nilai-nilai ini, diharapkan peringatan Hari Pahlawan dapat menjadi momentum untuk melahirkan semangat baru dan mewariskan nilai-nilai kepahlawanan kepada generasi mendatang agar Indonesia terus menjadi bangsa yang bermartabat dan maju.









