Saturday 31st July 2021,

Dari Pesisir Utara Bali Membangun Pergerakan Literasi Santri

Dari Pesisir Utara Bali Membangun Pergerakan Literasi Santri
Share it

ASWAJADEWATA.COM |

Hari Santri Nasional 2020 baru saja lewat beberapa hari lalu. Berbagai kegiatan dikemas di banyak daerah untuk memperingati hari kebangkitan gerakan Santri yang jatuh pada tanggal 22 Oktober bertepatan dengan difatwakannya Resolusi Jihad oleh Hadratus Syaikh KH Hasim Asy’ari demi mempertahankan kedaulatan RI di tahun 1948 dan ditetapkan sebagai hari nasional oleh pemerintah sejak tahun 2015.

Juga di pulau Dewata Bali sebagai daerah yang notabena berpenduduk mayoritas beragama Hindu, para alumni santri dari bermacam pondok pesantren tak ketinggalan mengadakakn acara-acara guna mengapresiasi penghargaan pemerintah atas keberadaan kalangan Santri atas keterlibatan mereka dalam perjalanan sejarah kemerdekaan bangsa ini. Dari talk show santri, upacara bendera di pondok pesantren, gowes santri, hingga munajat doa dan istighotsah virtual.

Alumni santri pondok pesantren NU tersebar di berbagai kabupaten di Bali. Mereka berasal dari berbagai Pondok Pesantren berbeda, dan tak jarang dari pesantren-pesantren terkemuka ¬†seperti PP. Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, PP. Denanyar Jombang, PP. Lirboyo Kediri, PP. Al Anwar Sarang, PP. Nurul Jadid Paiton, PP. Sidogiri Pasuruan, PP. Al Falah Ploso, PP. Walisongo Situbondo dan lainnya.

Tak terhitung jumlah alumni santri kalangan milenial yang kiprahnya kini cukup menonjol di Bali, baik dalam struktural organisasi NU Bali maupun di ranah kultural generasi muda Nahdliyin. Salah satunya adalah Abdul Karim Abraham atau yang akrab disapa Iboy.

Iboy yang alumni PP. Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo itu kini adalah Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Buleleng. Kiprah aktifnya di NU dimulai sejak menjadi santri aktif disana, dan semakin matang setelah melanjutkan kuliah di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Saat mengenyam kuliah di UMM ini dirinya sempat menjadi Ketua Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). PMII adalah organisasi kemahasiswaan NU.

Kedewasaan mental berorganisasi Iboy ditempa saat menjadi Ketua Komisariat PMII tersebut. Banyak kegiatan diskusi mengangkat tema-tema sosial dan literasi diadakan olehnya dan semakin membuat namanya dikenal oleh kalangan aktivis kampus di Jatim.

Sekembalinya dari menyelesaikan studi di Malang, pria asal Kecamatan Gerokgak-Buleleng itu lantas bergabung dengan organisasi kepemudaan Ansor Buleleng dan menjadi Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Gerokgak, salah satu PAC dengan jumlah ranting terbanyak di kabupaten Buleleng.

Keluwesan Iboy berkomunikasi dengan beragam kalangan menjadikan PAC GP Ansor Gerokgak dibawah kepemimpinannya terlihat menonjol dibanding yang lain. Usahanya merangkul para pemegang kebijakan di Buleleng semakin mempermudah Ansor Gerokgak mengadakan kegiatan-kegiatan yang melibatkan masyarakat luas disana. Selain itu, aktivitas salah satu banom NU di Gerokgak tersebut dengan cepat mendapat simpati kalangan muda disana sehingga memotivasi banom-banom pemuda NU lain seperti Fatayat dan IPNU-IPPNU untuk ikut aktif dalam berkiprah di masyarakat sekitar.

Sebagai aktivis sosial, Iboy yang juga banyak menulis di berbagai media NU sangat peduli dengan budaya literasi. Keprihatinannya akan lemahnya budaya membaca di kalangan pemuda-pemudi NU mendorong Iboy membentuk sebuah komunitas dengan nama Bilik Literasi Bali (BLB) melibatkan pelajar dan mahasiswa di Buleleng. Dia kerap mengadakan diskusi dan bedah buku dengan mendatangkan pembicara kompeten baik lokal maupun nasional. Tidak itu saja, bersama Aswajadewata Iboy meluaskan jaringan komunikasi dan kerjasama dengan para pegiat literasi media online nasional seperti Pusat Studi Pesantren yang dikomandoi Ahmad Ubaidillah dengan Iqro.id, Gus Hamzah Sahal dengan Alif.id nya, dan banyak lagi.

Dari jaringan yang terbentuk itulah kemudian banyak pelatihan terkait literasi digital dan media sosial diadakan tidak hanya di Buleleng, namun juga di kabupaten lain dengan melibatkan pemuda-pemudi NU dari kalangan para alumni santri.

Iboy juga kerap diundang dalam berbagai kegiatan pelatihan kaderisasi lintas banom kepemudaan NU Bali sebagai pembicara maupun instruktur.

Kepemimpinan Iboy yang sangat kreatif di PAC GP Ansor Gerokgak akhirnya mengantarkan ayah dua putra-putri ini menjadi Ketua Pimpinan Cabang GP. Ansor Kabupaten Buleleng periode 2019-2023.

Sebagai alumni santri yang berasal dari daerah pesisir utara Bali dengan segala keterbatasannya, Iboy telah mampu membuktikan bahwa hal itu bukanlah halangan untuk dapat selalu berkarya. Karakter santri yang melekat di jiwanya membentuk kepribadian pantang menyerah dan percaya diri dalam balutan pengabdian sebagai modal untuk terus berkiprah dan meneruskan cita-cita para masayikh Nahdlatul Ulama dimana saja dengan situasi apapun.

Penulis: Dadie W. Prasetyoadi

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »