Tuesday 03rd August 2021,

Ketika Gus Baha’ Berbicara Cinta, So Sweet Begete!

Ketika Gus Baha’ Berbicara Cinta, So Sweet Begete!
Share it

ASWAJADEWATA.COM

“Mencintai itu tidak cukup dengan tidak melukai orang yang dicintai, tapi juga harus bersabar ketika dilukai orang yang dicintai”.

Pernyataan Gus Baha’ di atas so sweet banget, ya? Pasti banget, dong! Jika ada yang merasa ungkapan tersebut gak so sweet, mungkin karena belum pernah merasakan cinta. Atau merasakan cinta tapi ditolak terus alias penyakit jomblo akut. Hahahahahh… just kidding, broo

Ya, memang so sweet banget. Gus Baha’ yang dikenal seorang ulama yang ‘alim ‘allamah ternyata memiliki ungkapan cinta yang so sweet. Ungkapan tersebut sangat menarik untuk diberi syarah atau penjabaran yang sedikit mendalam. Mendalam seperti perasaan cintaku padamu, ya kamu. Hihihi…

Pertama tentang ungkapan “Mencintai itu tidak cukup dengan tidak melukai orang yang dicintai” Idealnya mencintai memang tidak melukai orang yang dicintai. Namun pertanyaannya, apakah ada orang yang mencintai yang tidak melukai orang yang dicintai? Pertanyaan kedua, apakah ada orang yang dicintai merasa tidak pernah dilukai oleh orang yang mencintai?

Masalahnya, ada orang yang dicintai merasa dilukai padahal orang yang mencintai tidak melukai. Misalnya kecemburuan. Tidak sedikit orang yang dicintai merasa cemburu tanpa alasan yang jelas. Tiba-tiba mengaku sakit hati karena merasa dilukai oleh orang yang mencintai. Padahal orang yang mencintai sama sekali tidak ada keinginan untuk melukai.

Nah, inilah yang kadang tidak dipahami tentang “melukai”. Apalagi bagi orang yang tidak mau mengerti. Seolah semua sikap dan ucapan melukai hatinya. Jadi, maksud melukai dalam ungkapan Gus Baha’ tersebut adalah melukai dalam arti ada kesengajaan menyakiti orang yang dicintai. Jika hanya salah paham yang didasari oleh tak mau mengerti lalu merasa dilukai, ya tidak termasuk melukai.

Ungkapan kedua “tapi juga harus bersabar ketika dilukai orang yang dicintai”. Siapapun merasakan kecewa, kesal, marah dan benci ketika ada yang melukai, termasuk orang yang mencintai. Luka yang disebabkan orang yang dicintai sepertinya lebih sakit dari pada orang lain. Tergantung seperti apa sebab lukanya juga sih. Jika sebabnya merupakan sesuatu yang biasa saja maka lukanya biasa juga.

 

Tetapi jika sebab lukanya merupakan sesuatu yang menyakitkan semisal kata caci maki atau sampai meremehkan, ya rasa sakitnya bisa memupuskan rasa cinta. Tergantung bagaimana kita menyikapi juga sih. Jika terlalu larut sampai masuk kehati, bisa merusak perasaan cinta. Makanya, pesan Gus Baha, harus bersabar ketika dilukai orang yang dicintai. Karena sesungguhnya, bagi orang yang mencintai tidak pernah benar-benar melukai kecuali mungkin hanya terbawa emosi.

Kembali kepada ungkapan Gus Baha’ secara utuh “Mencintai itu tidak cukup dengan tidak melukai orang yang dicintai, tapi juga harus bersabar ketika dilukai orang yang dicintai”. Sesungguhnya ungkapan ini tidak tertuju hanya kepada orang yang melukai tetapi juga orang yang dilukai.

Maksudnya begini, kita sebagai orang yang mencintai tentu sekaligus orang yang dicintai. Ini bagi yang sudah punya pasangan lho ya!? Kalau belum punya pasangan, kan cuma bisa mencintai belum ada yang dincintai dan mencintai balik alias jomblo. So, mau menyakiti siapa kalau jomblo, ya paling menyakiti diri sendiri karena putus asa dengan kejombloannya. Hahahah… santuy brooo

Lanjut, maksud ungkapan Gus Baha’ secara utuh adalah prinsip menjalani hubungan cinta harus didasari kesabaran. Cinta memang butuh pengorbanan dengan cara bersabar. Jika kita memang tidak pernah melukai sebagai orang yang mencintai, bukan berarti cinta itu menjadi pupus ketika orang yang dicintai melukai kita. Karena memang inilah cinta. Cinta itu memang harus luka. Jika tidak mau terluka maka jangan mencintai.

Justru dengan luka itu cinta semakin terasa. Yang pasti luka yang disikapi dengan sabar. Kalau tidak sabar maka luka itu menjadi petaka bagi ikatan cinta. Semakin sabar dilukai maka semakin kuat mencintai. (Gus Tama)

 

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »