Friday 20th May 2022,

Tafsir Kekalahan Kiai Said Agil Siradj

Tafsir Kekalahan Kiai Said Agil Siradj
Share it

ASWAJADEWATA.COM |

Ketika seseorang sufi telah mencapai “Maqom Kewalian”, maqom dimana seorang benar benar mencintai dan dicintai Allah, maka umumnya ia berusaha menyembunyikannya dari pengetahuan manusia, bahkan kadang ia melakukan hal hal yang secara tafsir agama dilarang hanya untuk menutupi Maqom Kewaliannya itu.

Salah satu syarat paling penting mencapai Maqom itu adalah tidak ada rasa sombong sedikit dan sekecil apapun dalam hatinya, tidak merasa sedikitpun paling baik dari makhluk Allah yang lain bahkan dari tumbuhan sekalipun dan tidak memiliki bisikan hati sekecil apapun untuk menyakiti dan merendahkan mahluk Allah.

Sebagai seorang yang memiliki kedalaman ilmu ilmu agama, khususnya dalam bidang Tasawwuf saya menyakini bahwa Kiyai Sa’id Agil Siradj, telah mendekati atau bahkan telah sampai ke Maqom itu. Saya menduga, karena nya beliau ingin menutupi maqomnya itu dari khalayak, dan menjaganya dengan cara menghilangkan penyakit hati yang paling membahayakan, yaitu kesombongan, merasa paling benar, dan kehendak menyakiti dan merendahkan siapapun.

Saya menduga, Kiyai Sa’id Agil Siradj telah mengetahui bahwa beliau akan kalah dalam pemilihan ketua tanfidhiyah PBNU, namun beliau tetap maju. Mengapa? Alasan paling utama adalah untuk menghilang penyakit hati itu. Sehingga Maqom Kewalian tetap bisa dijaga. Alasan kedua, tapi bagi saya tidak penting, adalah untuk memberikan pembelajaran pada warga NU bahwa untuk “berjuang” itu harus “berjuang” dan bahwa perjuangan itu selalu harus dijalankan dengan hati yang bersih dan tulus.

Terima kasih Kiyai Sa’id Agil Siradj, saya mencintai panjenengan. Saya juga bangga menyaksikan kebesaran dan kedewasaan NU melalui panjenengan dan kiyai kiyai lainnya.

Wallahu A’lam

Lampung 241221

Serba serbi Muktamar ke 34 Lampung

Oleh: Kiai Imam Nakhai

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »