Tuesday 03rd August 2021,

Lampu Merah Itu Mengingatkan Kisah Kiai As’ad Taat pada Aturan Pemerintah

Lampu Merah Itu Mengingatkan Kisah Kiai As’ad Taat pada Aturan Pemerintah
Share it

ASWAJADEWATA.COM

Pada suatu kesempatan Kiai As’ad bepergian jauh ke luar kota dari sukorejo. Beliau ditemani salah satu sopir yang bernama musykirin yang konon sekarang pun tampil menjadi seorang tokoh pula.

Lepas salat isya’, musykirin melaju di jalanan kota semarang. Pada saat di perempatan ternyata lampu merah sedang menyala yang itu berarti semua kendaraan harus berhenti. Namun musykirin malah menerobos lampu merah dengan dalih jalanan lagi sepi.

Konon Kiai As’ad langsung naik pitam yang kemudian berdawuh, “turun dulu nak”. Mendengar titah Kiai, musykirin tanpa pikir panjang, langsung melambatkan mobil dan menepi.

Tak seperti biasanya, Kiai langsung turun sendiri, tak lagi nunggu dibukakan pintu oleh musykirin. Mengapa kamu tidak berhenti padahal sedang lampu merah? tanya Kiai As’ad. Mohon maaf Kiai, jalanan lagi sepi, jawab musykirin.

Mendengar ucapan sang supir, Kiai justru semakin marah, loh kamu itu harus tahu. Lampu lalu lintas itu peraturan negara dan sudah ada undang-undangnya. Para pemimpin mengadakan rapat membahas UUD lalu lintas butuh biaya besar. Sedangkan biaya yang digunakan diambil dari uang rakyat. Kamu bisa dosa kepada orang banyak.

Biasakan mempunyai pandangan luas, jangan hanya terbatas kepada apa yang terlihat oleh mata, dawuh Kiai. Mendengar itu musykirin menjawab, iya kiai, saya tak akan mengulanginya lagi. (tanwirulafkar.id)

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »