Sembilan Hikmah Napak Tilas Isyarah Berdirinya Nahdlatul Ulama

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Email

Napak Tilas Isyarah Berdirinya Nahdlatul Ulama telah digelar dengan penuh semangat dan antusias masyarakat. Sejauh dari Bangkalan ke Jombang, napak tilas itu dilakukan. Setiap langkah yang digerakkan oleh para peserta tentu memiliki nilai dan hikmah yang dirasakan.

Sebagai peserta via media sosial, saya mencoba menerka-nerka hikmah Napak Tilas yang diprakarsai oleh cucu mediator berdirinya Nahdlatul Ulama, KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy. Berikut sembilan hikmahnya:

1. Merawat sejarah kemuliaan para muassis Nahdlatul Ulama dalam mempertahankan dan menjaga akidah sesuai ajaran Rasulullah.

2. Menelusuri-rasakan setiap langkah ikhtiar para muassis Nahdlatul Ulama dalam memperjuangkan agama, bangsa dan negara.

3. Mengembalikan niat dan cita-cita pengabdian sesuai yang diabdikan dan diabadikan para muassis dalam mendirikan Nahdlatul Ulama.

4. Mensucikan Nahdlatul Ulama dari kepentingan dan ambisi duniawi yang telah atau sedang menajiskan jubah kebesaran Nahdlatul Ulama.

5. Menyatukan hati, pikiran, dan langkah dalam menapaki jejak kemuliaan para muassis demi mewujudkan cita bersama untuk semuanya.

6. Menunjukkan bahwa Nahdlatul Ulama adalah rumah bersama untuk melahirkan generasi agama dan bangsa demi menjaga Indonesia.

7. Tasbih yang tanpa disentuh dan tongkat yang diserahkan, menjadi nasihat dalam menjaga dan menunaikan amanah pengabdian kepada Nahdlatul Ulama.

8. Menghidupkan kembali spirit perjuangan dan pengabdian kepada Nahdlatul Ulama.

9. Berjuang dan mengabdi di Nahdlatul Ulama harus sesuai dengan niat dan cita-cita muassis.

 

Oleh: Muhammad

diunggah oleh:

Picture of Muhammad Ihyaul Fikro

Muhammad Ihyaul Fikro

ADMIN ASWAJA DEWATA

artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »