Filosofi Dibalik Makna Harfiyah “رمضان”

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Email

Oleh: Muhammad Ihyaul Fikro

Kata “رمضان” kita bisa merujuk pada penjelasan Syeikh Abdul Qadir al-Jailani dalam kitabnya yang berjudul Al-Ghunyah li Thalib Thariq al-Haqq Azza wa Jalla. Beliau menjelaskan bahwa setiap huruf penyusun dalam kata “رمضان” memiliki makna masing² Kata “رمضان ” tersusun dari lima huruf hijaiyyah, yakni:

*ر م ض ا ن*

Makna dari huruf pada kata رمضان adalah sebagai berikut :

*الراء : رضوان الله*

١ – Ridha Allah. Artinya Adlh bahwa Pada bulan yg penuh ampunan ini, umat Islam senantiasa mengharap ridha-Nya dengan memperbanyak ibadah dan melakukan amal-amal kebajikan yang diharapkan mampu menyampaikannya pada keridhaan-Nya.

*الميم : محاباة الله عن العصاة*

٢ – Condong untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. daripada bermaksiat. Pada bulan yg suci ini, umat Islam menyibukkan diri dgn segala hal yg bisa mendekatkannya kepada penciptanya. Orang² beramai² menghidupkan harinya dengan ibadah dan amal kebaikan serta menghidupkan malamnya dengan tarawih dan tadarus Al-Quran.

*الضاد : ضمان الله*

٣ – Jaminan Allah Swt. Tidak terhitung jaminan pahala mengucur dan ampunan yang Allah Swt. janjikan bagi mereka yg senantiasa menghidupkan Ramadhannya dengan serangkaian ibadah demi mengharap ridha-Nya. Rasulullah Saw. bersabda:

*مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ*

“Barangsiapa mendirikan (shalat) pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala niscaya diampuni dosanya yang telah lalu”.

*الألف : ألفة الله*

٤ – Kasih sayang Allah Swt. atau Harmoni dengan-Nya. Kasih-Nya yang melimpah pada bulan ini tercermin dari keberkahan yg diberikan. Demi mereguk keberkahan bulan ini terciptalah harmoni yang indah antara makhluk dan Sang Khaliq di mana orang² lebih semangat dan antusias untuk taqarrub kepada-Nya.

*النون : نور الله*

٥ – Cahaya Allah Swt. Ramadhan adalah tempat jiwa kembali pulang kepada pemiliknya. Cahaya Allah Swt. terpantulkan dlm kesucian jiwa dan ketakwaan.

Dalam kitab yang sama juga disebutkan bahwa perumpaan bulan Ramadhan dengan bulan² lainnya adalah selaksa jantung dengan organ lain yg ada pada bagian dada, juga laksana Nabi dengan manusia biasa, dan laksana kota Haramain dengan kota-kota lainnya.

Adapun kota Haramain maka Dajjal tercegah untuk memasukinya. Sedangkan pada bulan Ramadhan, syetan-syetan terbelenggu sehingga tercegah dari usaha untuk memperdayai manusia.

Diumpamakan pula bahwa jika Nabi adalah pemberi syafaat bagi mereka para pelaku dosa, maka Ramadhan adalah pemberi syafaat bagi orang-orang yang berpuasa. Hati dihiasi dengan pengetahuan dan iman, sedangkan bulan Ramadhan dihiasi dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an.

Dari penjelasan ini, maka sudah semestinya bulan suci nan berkah ini diisi dengan kegiatan demi kegiatan yg mengantarkan kita pada keridhaan-Nya. Selain itu, kegiatan yang mengantarkan kita pada kebajikan pun bisa diterapkan sebagai bentuk aktualisasi dalam makna huruf dalam kata Ramadhan yang telah dipaparkan di atas.

diunggah oleh:

Picture of Muhammad Ihyaul Fikro

Muhammad Ihyaul Fikro

ADMIN ASWAJA DEWATA

artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »