Tuesday 01st December 2020,

Ledakan Bom Kartasura, Ramadhan Menyedihkan Ulah Generasi Ibnu Muljam

Ledakan Bom Kartasura, Ramadhan Menyedihkan Ulah Generasi Ibnu Muljam
Share it

ASWAJADEWATA.COM | Peristiwa wafatnya Sayidina Ali bin Abi Thalib pada 21 Ramadhan 40 H berawal dari tebasan pedang penuh racun seorang Khawarij bernama Abdur Rahman bin Muljam Al Murodi tiga hari sebelumnya, saat menantu Rasulullah SAW itu bangun dari sujud shalat subuhnya pada 19 Ramadhan 40 H.

Saat menebaskan pedangnya ke tubuh sahabat yang telah dijamin oleh Rasululah Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam menjadi penghuni surga itu Ibnu Muljam berteriak, “Hukum itu milik Allah, wahai Ali. Bukan milikmu dan para sahabatmu.”

Akhirnya salah satu dari sekian sahabat yang pertama kali menyatakan iman kepada Allah dan Rasulnya itu harus meregang nyawa di tangan seorang muslim yang selalu merasa paling Islam.

Tak hanya itu, saat melakukan aksinya Ibnu Muljam juga tidak berhenti merapalkan Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 207 sebagai pembenar perbuatannya:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْرِي نَفْسَهُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ رَءُوفٌ بِالْعِبَادِ
“Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.”
Proses hukuman mati yang dijalankan terhadap Ibnu Muljam atas perbuatannya itu juga berlangsung dengan sangat dramatis. Saat tubuhnya diikat untuk dipenggal kepalanya, dia masih sempat berpesan kepada algojo:

“Wahai Algojo, janganlah engkau penggal kepalaku sekaligus. Tetapi potonglah anggota tubuhku sedikit demi sedikit hingga aku bisa menyaksikan anggota tubuhku disiksa di jalan Allah.”

Keyakinan Ibnu Muljam bahwa aksinya mencabut nyawa suami Sayyidah Fathimah, sepupu Rasulullah, dan ayah dari Al-Hasan dan Al-Husein itu adalah sebuah aksi jihad fi sabilillah.

Potret Ibnu Muljam adalah realita yang terjadi pada sebagian umat Islam di era modern. Generasi pemuda yang mewarisi pemahaman Ibnu Muljam itu giat melakukan provokasi-provokasi atas nama jihad di jalan Allah, dengan cara membunuh, membantai,  memerangi sesama bahkan dengan melakukan bom bunuh diri yang oleh mereka disebut istisyhadiyah.
Peristiwa usaha bom bunuh diri di Pos Pengamanan arus mudik Lebaran Polres Sukoharjo di Kartasura pada ujung Ramadhan 1440 H telah membuka lebar mata umat muslim agar selalu waspada bahwa virus khawarij masih tetap ada di era sekarang, bahkan dapat dikatakan semakin berkembang pada sebagian masyarakat muslim di Indonesia.
Hal ini disebabkan banyaknya umat muslim yang hanya menelan mentah-mentah ajaran Islam secara tekstual, dengan tingkat pemahaman pas-pasan jika tidak mau dikatakan kurang.
Sebagaimana Ibnu Muljam,  seorang ahli Alquran, fasih berbicara agama dan rajin beribadah, namun mati dalam kondisi su’ul khatimah akibat kesesatannya yang disebabkan kedangkalannya dalam memahami ilmu agama, orang-orang ini telah terjebak dalam pemahaman Islam yang sempit dan dangkal, dengan tergesa-gesa menetapkan klaim surga  kepada dirinya dan neraka kepada orang lain. (dad)

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »