Friday 14th May 2021,

Madrasah Spiritual itu adalah Ramadhan

Madrasah Spiritual itu adalah Ramadhan
Share it

ASWAJADEWATA.COM |

Oleh: Muhammad Shofy Zihan, M.H

Bulan Ramadhan adalah bulan di mana Allah mewajibkan seluruh umat Islam untuk melakukan ibadah puasa. Tidak memandang status kekayaan, sosial dan pangkat; semua muslim harus melakukan ibadah puasa. Semua umat Islam merasakan hal yang sama dalam kondisi puasa itu, yaitu lapar dan haus.

Umat islam  ketika menjalankan ibadah puasa Ramadhan tentu tidak hanya sebatas menahan lapar, haus dan tidak berhubungan suami istri. Akan tetapi lebih dari itu , upaya meningkatkan kualitas puasa terus dilakukan  sebagai upaya untuk mendekatkan diri mereka kepada Allah Swt.  Karena secara sadar puasa tentu tidak  hanya berkaitan dengan lapar dan haus, akan tetapi lebih dari itu, puasa juga menahan seluruh anggota badan dari bermaksiat dan melakukan perbuatan dosa. Nabi Muhammad bersabda:

 كم من صائم ليس له من صيامه الا الجوع والعطش.

“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya, kecuali hanya lapar dan haus.

Maka, kemudian puasa juga sebagai momentum untuk me-refresh  dan meng-install kembali spiritualitas umat islam setelah sebelas bulan lamanya hidup dalam kondisi kurang dari nilai spiritualitas; batin tidak terasah dengan baik.  Dari sinilah bulan Ramdhan bisa disebut dengan “Bulan Madrasah Spiritual”.

Nabi Muhammad sendiri menyiapkan diri menyambut kedatangan bulan Ramadhan ini sejak dari bulan rajab dan Sya’ban. Tentu hal yang dipersiapkan oleh Nabi Muhammad adalah persiapan ruhani, persiapan spiritual dan mental. Maka, kita akan menemukan beberapa hadis tentang keutamaan puasa dan amalan di bulan Rajab dan Sya’ban. Hal ini ini dilakukan sebagai upaya mempersiapkan spiritual menghadapi Ramadhan. Dalam  hadis Nabi Muhammad memanjatkan sebuah do’a:

 اللهم بارك لنا في رجب وشعبان و بلغنا رمضان

” Ya Allah, berkahi kami di bulan Rajab dan Sya’ban serta sampaikan kami ke bulan Ramadan”.

Bahkan ulama’-ulama’ salaf mempersiapkan diri enam bulan lamanya untuk bisa menghadapi puasa di bulan Ramadhan. Hal ini bisa dilihat dari teks di bawah ini:.

ﻗَﺎﻝَ ﺑَﻌْﺾُ ﺍﻟﺴَّﻠَﻒُ : ﻛَﺎﻧُﻮْﺍ ﻳَﺪْﻋُﻮْﻥَ ﺍﻟﻠﻪَ ﺳِﺘَّﺔَ ﺃَﺷْﻬُﺮٍ ﺃَﻥْ ﻳُﺒَﻠِّﻐَﻬُﻢْ ﺷَﻬْﺮَ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ، ﺛُﻢَّ ﻳَﺪْﻋُﻮْﻧَﺎﻟﻠﻪَ ﺳِﺘَّﺔَ ﺃَﺷْﻬُﺮٍ ﺃَﻥْ ﻳَﺘَﻘَﺒَّﻠَﻪُ ﻣِﻨْﻬُﻢْ

“Sebagian salaf berkata, ‘Dahulu mereka (para salaf) berdoa kepada Allah selama enam bulan agar mereka dipertemukan lagi dengan Ramadhan. Kemudian mereka juga berdoa selama enam bulan agar Allah menerima (amal-amal shalih di Ramadhan yang lalu) mereka.“[lathaiful ma’arif) hal 232

Di Bulan Ramadhan ini spiritualitas kita dididik agar menjadi lebih berkualitas. Nilai-nilai yang diajarkan di dalam madrasah Ramadhan ini adalah tentang kesabaran, kesetaraan, egalitarian, kedisplinan, ketabahan dan lain sebagainya.

Maka oleh karena itu, marilah di dalam mementum Ramadhan ini kita jadikan sebagai upaya untuk “muhasabah diri” baik hubungan kita kepada diri kita sendiri, hubungan kita kepada Allah, hubungan kita kepada manusia, juga hubungan kita kepada alam semesta.

(Penulis adalah Dosen STIT Jembrana/PC ISNU Jembrana)

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »