Monday 20th September 2021,

Membangun Mental Bangsa Lewat Kopi

Dadie W Prasetyoadi June 30, 2019 Pernik No Comments on Membangun Mental Bangsa Lewat Kopi
Membangun Mental Bangsa Lewat Kopi
Share it

ASWAJADEWATA.COM | 

Orang bilang tanah kita tanah surga. 

Tongkat kayu dan batu jadi tanaman.

Tidaklah berlebihan jika Band legendaris Koes Plus menggambarkan kekayaan tanah Nusantara seperti dalam lagu mereka “Kolam Susu”. Bagaimana bangsa ini begitu dimanjakan oleh tanah Ibu Pertiwi yang menjadi daya tarik bangsa-bangsa kolonial untuk rela datang ribuan mil jauhnya. Lalu berebut menguasai isi rahimnya, dari mineral, hasil bumi hingga rempah.

Termasuk diantaranya adalah Kopi. Hampir semua pulau besar di wilayah Indonesia memiliki karakteristik tanah yang berbeda. sehingga mampu menghasilkan rasa dan aroma khas beragam dari tanaman biji kopi yang dihasilkan. Aceh, Mandailing, Toraja, Jawa barat, Jawa Tengah, Bali, NTB, NTT, hingga Papua, dan masih banyak lagi daerah lain. Ini disebabkan terutama oleh cuaca Tropis dengan kelembaban serta suhu udara beragam dengan dataran berkontur. Ditambah cincin api vulkanik di sepanjang wilayah NKRI yang menghasilkan tanah-tanah subur di atasnya.

Trend Budaya Kopi yang saat ini cenderung meningkat. Mendorong industrialisasi tanaman ini menjadi sebuah peluang bisnis yang tak bisa dipandang sebelah mata.

Adalah Budha Sutedja, pria Bali-Sunda yang menekuni seluk beluk kopi dunia serta filosofi disekitarnya sebagai pecinta, pelaku, penikmat kopi. Lewat bisnis Coffee Shop yang dibangun bersama Kristina istrinya yang seorang warga negara Swedia di Lyksele, Lapland, Swedia dengan nama ‘Budhaskafferosteri’ sejak sekitar tahun 2012, mengatakan bahwa Kopi Indonesia memiliki potensi kuat membanjiri pasar-pasar dunia. Jika ditangani dan dikerjakan dengan serius.

Hal ini diutarakan pria yang pernah berprofesi sebagai Disc Jockey (DJ) di berbagai klub ternama di Kuta, Seminyak serta Swedia pada era 90an itu saat ditemui Aswajadewata.com di Bali.

Kedatangannya ke Bali dengan tujuan liburan keluarga ini pun tak ayal mengundang perhatian para Barista dan pegiat kopi nasional maupun internasional. Mereka mengetahui keberadaannya di Bali lewat akun Instagramnya.

Atas permintaan beberapa temannya di Bali, akhirnya diadakanlah acara “Coffee Sharing With Budha Sutedja” di Bali Praia Cafe seminyak (24/6). Diisi diskusi santai bersama Pegiat kopi dari Bali, Jakarta, dan beberapa dari luar negeri.

“Kopi sudah menjadi trend life style saat ini, tapi sayangnya tidak dibarengi dengan pengetahuan dan informasi yang benar tentang tanaman itu sendiri. Bagaimana cara proses terbaik dari penanaman, perawatan, pemetikan, hingga penyangraian kopi sehingga dapat menghasilkan kualitas terbaik sesuai karakternya. Tidak kalah pentingnya juga proses pembuatan dan penyajian kopi sebagai minuman,” ujar bapak dua anak yang sudah beranjak dewasa ini kepada Aswajadewata.com.

Lebih lanjut Budha mengatakan, “Banyak pelaku bisnis kopi di Eropa sering dikecewakan oleh kualitas kopi yang dikirim dari Indonesia oleh produsen lokal, karena tidak sesuai dengan sample awal. Akhirnya mereka seperti enggan untuk berhubungan lebih jauh dengan para produsen kopi asal Indonesia”.

Menurutnya, ini lebih disebabkan oleh faktor mentalitas. Dimana para produsen kopi Indonesia tidak siap untuk berkomitmen secara jangka panjang, dan lebih mementingkan keuntungan sesaat dalam menggeluti bisnis ini.

Budha yang sudah melanglang buana di berbagai event kompetisi dan eksibisi kopi dunia ini berharap agar ada campur tangan pemerintah dalam menangani komoditas ini. Sehingga kualitas kopi Indonesia yang menurutnya sangat mampu bersaing dan dapat masuk ke pasar global pada akhirnya bisa berkontribusi aktif bagi geliat ekonomi kerakyatan domestik dalam negeri.

Kiprah pria penghobi olahraga surfing dan snowboarding itu dalam bidang kopi di Eropa sejauh ini telah ikut megharumkan nama Indonesia. Beberapa kali profilnya sebagai pakar kopi diangkat di beberapa media cetak, elektronik dan online nasional Swedia.

Lewat kopi inilah Budha dapat sekaligus mengenalkan budaya Indonesia, khususnya bagi kalangan komunitas pegiat kopi di Eropa. karena sangat jarang ada orang Indonesia yang berkecimpung total  di dalamnya dan diakui di kancah internasional.

“Kuncinya adalah fokus membangun mentalitas manusia sebagai modal utama hendaknya didahulukan. Sebelum melakukan investasi di bidang produksi seperti mesin dan teknologi. Sebab secanggih apapun teknologi serta mesin yang digunakan, jika mental manusia sebagai pelakunya tetap seperti sekarang, niscaya tidak akan dapat berdampak luas,” tutur Budha.

“Sayang sekali kalau itu terjadi, dan untuk itu saya mencoba semampunya melakukan edukasi terhadap komunitas pegiat kopi Indonesia sesuai pengetahuan saya sebagai praktisi “, pungkasnya.

Drink less with high quality” – @budhaskafferosteri

(dad)

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »