Wednesday 25th November 2020,

4 Hal Ini Dapat Menjadi Dasar Pernikahan

4 Hal Ini Dapat Menjadi Dasar Pernikahan
Share it

ASWAJADEWATA.COM | 

Oleh: Imriatun Muchlisoh

Pernikahan merupakan salah satu tujuan manusia. Pernikahan menjadi ibadah terlama dan tersakral umat manusia. Melalui pernikahan Allah SWT membuka milyaran pintu rejeki. Pernikahan juga akses untuk seseorang mendapatkan keturunan. Namun bagaimana makna pernikahan saat ini?

Beberapa dekade saat ini maraknya pernikahan dini di Indonesia turut menyumbangkan angka perceraian melambung pesat. Apakah generasi saat ini melihat menikah muda menjadi tren tanpa mempertimbang berbagai aspek dalam rumah tangga? apakah nilai kesakralah pernikahan sudah terdagradasi?. Nah, bagi kalian yang belum menikah terdapat beberapa tips agar memperoleh pernikahan yang ideal.

1. Kesiapan Ekonomi
Dalam mendirikan rumah tangga, naif apabila tidak menyinggung ekonomi. Kondisi ekonomi menjadi fondasi dalam suatu kehidupan berumah tangga, apakah sudah memadai atau belum patut menjadi pertimbangan. Namun perlu diingat bahwa kesiapan ekonomi tidak dilihat dari pihak laki-laki saja, namun juga dari pihak perempuan. Selain itu buatlah rencana hidup setelah menikah, misalnya setelah menikah ingin tinggal sendiri atau hidup satu atap dengan orangtua.

2. Kesiapan Emosional
Kondisi emosional seseorang memang mengalami dinamika yang sulit untuk diprediksi. Emosional laki-laki dan perempuan tentu juga sangat berbeda. Melihat hal itu salah satu saran untuk mengatasi kondisi emosional dalam rumah tangga yaitu membuat perjanjian pra-nikah. Perjanjian pra-nikah membantu untuk sedikit memberikan solusi dalam rumah tangga. Namun perlu diingat, komitmen dari masing-masing pihak yang menjadi dasar atas perjanjian pra-nikah. Apabila salah satu pihak sudah tidak memiliki komitmen, maka akan lebih baik jika dibicarakan dengan keadaan dan kondisi yang damai serta tenang. Misal di tepi pantai hehehe.

3. Kesiapan Spiritual
Kesiapan spiritual dalam hal ini tidak dapat dianggap remeh. Saat ijab-qabul maka seluruh tanggung jawab orangtua (mempelai perempuan) akan berpindah kepada mempelai laki-laki (suami).
Memang untuk urusan agama dapat dipelajari bersama-sama, tapi perlu diingat bahwa laki-laku merupakan imam dalam rumah tangga. Maka diharapakan ilmu spirutual laki-laki harus mampu mengarahkan perempuan menjadi muslimah yang lebih baik.

4. Mengenali Pasangan
Dalam berumah tangga sebaiknya harus saling mengenali pasangannya. Mulai dari hal yang disuka, tidak disuka, kebiasaannya, dan lain-lain. Terkadang hal sepele membuat ketidaknyaman dalam rumah tangga. Maka kenali pasanganmu dengan cermat.

Menikah muda memang tidak dilarang atau tidak dianjurkan. Tapi perlu diingat bahwa menikah membutuhkan bekal yang tidak main-main. Pernikahan adalah hal yang sakral, mencapai ridho Allah dan keluarga sakinah mawadah wa rahmah adalah tujuan dari pernikahan. Maka siapkan dirimu sebelum menikah.

(Penulis adalah aktivis literasi NU dan mahasiswi tingkat akhir FISIP Universitas Udayana)

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »