Sunday 05th February 2023,

9 Pesan Hikmah Ceramah Habib Jindan; Kasih Sayang Nabi juga Kepada Non Muslim

9 Pesan Hikmah Ceramah Habib Jindan; Kasih Sayang Nabi juga Kepada Non Muslim
Share it

ASWAJADEWATA.COM | BULELENG

Majelis Ta’lim as-Sa’adah bersama beberapa majelis lainnya, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan menghadirkan penceramah Habib Jindan bin Novel di Lapangan umum Seririt Kabupaten Buleleng (28/11).

Habib Jindan bin Novel pada Peringatan Maulid Nabi di Buleleng, Bali (28/11).

Dalam ceramahnya, Habib Jindan lebih banyak memberi nasihat tentang berkasih sayang kepada seluruh umat manusia, bahkan kepada hewan. Karena sebagai umat Nabi Muhammad, sudah tentu wajib meneladani Rasulullah yang diutus untuk menyebarkan rahmat kepada seluruh alam.

Berikut catatan ceramah Habib Jindan yang perlu dipetik hikmah dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih bagi umat muslim yang ada di Bali.

1. Rasulullah diutus untuk menyebarkan rahmat bagi seluruh alam semesta. Rahmat atau kasih sayang Rasul kepada semua orang, kepada muslim maupun non muslim. Sehingga, kalau ada orang sakit, saat menjenguk, Nabi gak tanya apa agamanya, sukunya apa, asalnya dari mana. Apapun agamanya, dijenguk oleh Rasulullah saw.

2. Ciri akhlak yang baik adalah tidak membalas kelakuan buruk orang lain. Orang yang terganggu dengan cacian orang lain lalu membalasnya, itu ciri akhlak yang buruk. Nabi diganggu, dicaci maki disakiti, bahkan diludahi, beliau tetap tersenyum justru membalasnya dengan kebaikan.

3. Sesesorang dianggap tidak beriman jika mengganggu lingkungan atau masyarakat sekitar. Orang yang beriman justru memberi manfaat dan berbagi kasih sayang kepada lingkungan sekitarnya. Siapapun masyarakatnya, baik muslim ataupun non muslim.

4. Dalam masyarakat ada tetangga. Setiap tetangga memiliki hak. Ada tiga macama hak tetangga. Pertama, memiliki hak saudara sekeluarga, segama dan setetangga. Kedua, memiliki hak seagama dan setetangga. Ketiga, hak setetangga. Yang ketiga inilah, apapun agama, suku dan asalnya, memiliki hak tetangga. Setip tetangga memiliki hak, walapun turis beberap hari tinggal di lingkungan kita, dia tetangga kita, dia punya hak dan wajib kita berikan haknya. Yaitu hak tetangga.

5. Rasulullah sangat perhatian kepada tetangga dan lingkungannya. Kalau Rasulullah berbagi makanan semunya mendapat bagian. Rasulullah tidak bertanya, apa gama kamu, apa suku kamu, dari mana asal kamu. Saat Rasulullah berbagi kebaikan, semuanya kebagian, apapun agama dan sukunya.

6. Seorang dari Bani Israil yang telah banyak melakukan kejahatan, tapi dosa-dosanya diampuni oleh Allah swt. karena rahmat dan manfaat yang dia berikan kepada salah satu makhluk Allah, yaitu seekor anjing. Dia memberikan minum kepada seekor anjing yang kehausan. Berkat rahmatnya kepada seekor anjing, Allah ampunkan dosa-dosanya. Bagaimana kalau rahmat dan kasih sayang ini diberikan kepada umat manusia?

7. Bersedekah kepada siapapun, apapun agamanya atau apaun sukunya. Bahkan sedekah kepada hewan ada nilai pahanya.

8. Ketika ada musibah seprti banjir bandang, gempa bumi, longsong dan seterusnya, jangan gampang menyalahkan orang lain. Jangan menyalahkan pemerintah, jangan menyalahkan kelompok lain, jangan menyalahkan siapapun. Tapi salahkan diri sendiri. Intropeksi diri lebih baik dan bermanfaat.

9. Jangan cari-cari kesalahan orang lain. Allah kalau sayang kepada hambanya, disibukkan dengan memperbaiki kesalahan dirinya dan buta tidak bisa melihat kesalahan orang lain. Tapi kalau Allah benci kepada seorang hamba, orang itu sibuk mencari-cari kesalahan orang lain. (*)

 

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »