Monday 20th September 2021,

Audisi beasiswa PB Djarum terhenti, PR Baru Pemerintah atau KPAI?

Audisi beasiswa PB Djarum terhenti, PR Baru Pemerintah atau KPAI?
Share it

ASWAJADEWATA.COM |

Seperti yang kita tahu bahwa tahun ini merupakan tahun terakhir PB Djarum menggelar audisi beasiswa pada calon-calon atlit Bulutangkis Indonesia. Tahun depan Djarum tak lagi turut menjaring bibit-bibit Atlit berprestasi mengharumkan nama bangsa.

Selama 50 tahun berkiprah di dunia bulutangkis, PB Djarum telah banyak menelurkan altit-atlit berprestasi di kancah internasional. Sebut saja saat ini ada Kevin Sanjaya Sukamuljo, yang menduduki peringkat satu dunia ganda putra. Ada juga nama Mohammad Ahsan yang baru saja juara dunia BWF di Stockholm Swedia. Atau Tantowi Ahmad yang berhasil mengumandangkan lagu Indonesia raya di Olimpiade Brazil bersama 10 peraih medali emas lainnya. Ada juga Liem Swie King, dengan tiga kali gelar All England Dan mungkin masih ada lagi yang belum tercatat.

Kini di tahun 2019, PB Djarum resmi menjadikannya tahun terakhir menggelar audisi beasiswa setelah mendapat teguran KPAI dengan tudingan eksploitasi anak. Tahun depan Djarum tak lagi melakukan penjaringan bakat-bakat anak bangsa.

Tentu ini sebuah kerugian besar. Apalagi melihat kiprah Djarum yang tak bisa dipandang sebelah mata. Mungkin bukan semata-mata soal materi tapi soal hasrat agar dapat menjangkau bibit-bibit sampai ke pelosok negeri.

Tidak sedikit anggaran yang dikeluarkan dalam gelaran audisi beasiswa PB Djarum setiap tahunnya. Hal itu sangat membantu memudahkan PBSI selaku organisasi induk bulutangkis Indonesia menentukan atlit-atlit yang layak mewakili Indonesia di kancah dunia. Dengan adanya audisi Beasiswa Djarum setidaknya PBSI dapat memangkas anggaran hingga miliyaran rupiah. Karena Djarum sedikit banyak dapat menggantikan peran Talent scouting yang terbentur keterbatasan waktu dan kesempatan.

Atlit lolos beasiswa Djarum tak lantas serta merta menjadi atlit pelatnas. Mereka masih harus berjuang di Sirkuit Nasional untuk menjadi jawara hingga kemudian masuk pelatnas untuk menjadi penantang dunia. Artinya memang lolos beasiswa Djarum saja belum cukup, Namun setidaknya PB Djarum dapat menjadi jembatan merangkai mimpi calon atlit menjadi terarah.

Kini KPAI mulai ikut campur tangan dalam upaya mengembangkan bakat dan minat anak dalam dunia bulutangkis. Campur tangan kali ini justru tidak cukup membantu karena menpersoalkan sesuatu yang tidak ada kaitannya dengan pengembangan bakat. Justru sesuatu yang semestinya sudah usai diperbincangkan jauh-jauh sebelumnya. Mengingat PB Djarum sudah melakukan kegiatan ini selama berpuluh tahun.

Menyoal eksploitasi anak

KPAI menganggap ada unsur eksploitasi anak oleh industri rokok dalam audisi umum yang digelar oleh PB Djarum. Salah satu indikasi yang di kemukakan KPAI adalah lewat kaos bertuliskan ‘Djarum Badminton Club’ yang dikenakan oleh peserta audisi seperti yang disampaikan oleh Sitty Hikmawaty, komisioner KPAI.

“Itu sudah kami lakukan survei kepada anak-anak. Jadi ada empat dari lima anak yang ditanya mengatakan kalau Djarum itu pasti rokok, Djarum Foundation itu rokok. Walaupun dia sebut ini kan beda, tapi survei yang terjadi pada anak begitu. Jadi kalau mau tetap diadakan kegiatan oleh Djarum Foundation silakan, tapi jangan gunakan logo misalnya,” tutur Sitty seperti dilansir oleh Tirto.

Sitty khawatir bentuk eksploitasi anak ini akan menggiring banyak anak kecil untuk berpikir kalau rokok itu bukan benda yang berbahaya untuk kesehatan.

Lebih lanjut, Ketua KPAI, Susanto mengatakan jika PB Djarum bukan berhadapan dengan KPAI, melainkan dengan Undang-undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2014. Tentang perubahan atas Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Seperti yang dilansir oleh detik.com

“Dalam hal ini PB Djarum bukan berhadapan dengan KPAI, melainkan dengan Undang-undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2014. Tentang perubahan atas Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. PP tersebut menerangkan bahwa perusahaan rokok dalam menyelenggarakan kegiatan dilarang menampilkan logo, merk, atau brand image produk tembakau,” terangnya.

Sebelumnya, Direktur Program Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, sudah membantah tuduhan eksploitasi anak yang dilayangkan KPAI dan Yayasan Lentera Anak.

Yoppy menjelaskan kalau yang dilakukan PB Djarum adalah murni bentuk pembinaan bukan promosi rokok. Selain bulu tangkis, PB Djarum juga perhatian dengan SSB, panahan, dan voli. Disisi lain, PB Djarum juga menambahkan jika PB Djarum dan Djarum yang merupakan produsen rokok adalah dua identitas berbeda, pun begitu halnya dengan Djarum Foundation yang memayungi audisi ini.

Kedua belah pihak kemudian bersikukuh pada pendiriannya masing-masing. Hingga tak ada keputusan konkrit, PB Djarum lebih memilih bertindak dengan memutuskan menghentikan audisi beasiswa Bulutangkis PB Djarum di tahun depan.

Keputusan ini tentunya telah masuk dalam kajian KPAI sebelum ikut campur tangan dalam ranah pengembangan minat dan bakat anak dalam dunia bulutangkis. Beberapa opsi tentu telah tercanangkan guna memberikan solusi dalam permasalahan ini. Entah solusi apa yang mencuat nanti, masyarakat pastinya telah menanti langkah konkret tak sekedar basa-basi.

Namun sebelum ada jalan tengah, pemerintah tak bisa diam saja melihat situasi ini. Pemerintah yang semestinya sudah bisa duduk manis menyaksikan atlit-atlit mendulang prestasi, kini seolah terusik dengan pekerjaan rumah baru yang tak kalah pelik.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi menyayangkan kejadian ini. Menurutnya dalam kajian Biro Hukum Kemenpora, tidak ada istilah eksploitasi anak dalam audisi yang dilakukan PB Djarum. Menpora berharap, KPAI dapat memberikan solusi dengan sponsor pengganti. Karena sebagai pembina olahraga membutuhkan sponsor swasta yang mau peduli.

Komite Olimpiade Indonesia (KOI) juga tak bisa tinggal diam. Mengingat tradisi juara olimpiade banyak diraih dalam cabang bulutangkis, pihaknya tentu tak ingin tradisi itu terhenti. Kabarnya KOI bersedia menjadi penengah antara kedua belah pihak guna mencari solusi terbaik.

“Kami secara internal akan berdiskusi dan kemudian akan memanggil kedua belah pihak untuk duduk bersama. Sebab, PB Djarum maupun KPAI memiliki tujuan yang sama ingin membangun negara tercinta ini. Keduanya merupakan dua lembaga yang sama-sama dibutuhkan untuk bangsa Indonesia,” Tandas Ketua KOI, Erik Tohir yang dilansir oleh detik.com

Patut kita simak bagaimana kelanjutannya. Semoga saja apapun keputusannya nanti adalah solusi yang terbaik untuk bangsa. Semoga kedepan bangsa ini terus dapat melahirkan generasi-generasi emas pendulang prestasi dan mengharumkan nama Indonesia dikancah dunia.

Penulis adalah aktifis literasi NU

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »