Friday 06th August 2021,

Begini Pesan Habib Mahdi Bin Yahya Al Maghribi Kepada Penerima Beasiswa Pergunu Bali

Begini Pesan Habib Mahdi Bin Yahya Al Maghribi Kepada Penerima Beasiswa Pergunu Bali
Share it

ASWAJADEWATA.COM | KLUNGKUNG

PW Pergunu Bali dalam acara Halal bi Halal pada Rabu (26/5) bertempat di Masjid kampung Gelgel Klungkung juga melantik 2 pimpinan Anak Cabang (PAC) di kabupaten itu, yaitu PAC Kecamatan Klungkung dan Kecamatan Dawan, sekaligus juga memberikan penghargaan kepada santri penerima beasiswa Pergunu yang berprestasi. ada 6 Mahasantri yg berprestasi diantaranya adalah;

1. Ainun Nurasiah jurusan PGMI: Peraih Medali Emas Kompetisi Sains Indonesia 2021 oleh Pelatihan Olimpiade Sains Indonesia (POSI) cabang Biologi

2. Niswa Uzlifa Zana jurusan PIAUD, Peraih Medali Perak Olimpiade Sains Mahasiswa 2020 oleh Pelatihan Olimpiade Sains Indonesia (POSI) cabang Biologi

3. Nur Qomariyah jurusan PGMI, sebagai 8 besar penulis terbaik Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) oleh UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) Bandung, Jawa Barat

4. Chaerani jurusan IQT: Juara 2 Syarhil Quran MTQ PAI IKHAC dan MTQ se-kab Mojokerto

5. Andy Rosyidin S.Ag jurusan program Pascasarjana MPI IKHAC:
-Juara 1 Sayembara Menulis Peringatan 100 hari Kyai Romzi 2020 oleh Ma’had Aly Nurul Jadid
-Juara 2 Lomba Essai oleh tafsirquran.id
-Juara 3 Lomba Video Dakwah oleh IPB university
-dan aktif sebagai kolumnis di iqra.id dan tafsirquran.id

6. Ismiyana Rahma jurusan Hukum Keluarga Islam:
Aktif di bidang sastra dan penulisan buku dengan judul:
1. Antologi Cerpen berjudul “Risalah Rasa”
2. Antologi Puisi berjudul “TEMA CINTA”
3. Antologi Puisi berjudul “Potret Kehidupan”
4. Jurnal Perjalanan “Perempuan Berbedak Debu”

Dalam acara ini hadir Al Mukarom Habib Mahdi Bin Yahya Al Maghrabi Al-Hasani,. S.HI. memberikan Mauidzoh Hasanah.

“Kita adalah orang-orang pilihan sehingga bisa berkumpul bersama Jam’iyah Nahdlatul Ulama,
maka dari itu kita harus memahami jamiiyah NU baik sejarahnya maupun harakahnya,” tuturnya.

Karena menurutnya, founder (pendiri) NU adalah orang yang dekat komunikasinya dengan Allah, baik keilmuannya dan ibadahnya utamanya dalam gerakan keumatan.

Kemudian beliau juga menyampaikan 4 hal yang bisa dijadikan pedoman dalam hidup.

“Kalau tidak bisa menjadi orang alim, maka jadilah santri. Bila tidak bisa menjadi santri jadilah pendengar, bila tak bisa menjadi pendengar maka jadilah pencinta. Dan jangan jadi yang kelima yaitu orang yang celaka yang tidak bisa menjadi orang Alim, menjadi santri, menjadi pendengar dan menjadi pencinta,” jelasnya tegas.

Rangkaian acara hari itu diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz H. Murtadlo Barzen, S.Ag. yang juga adalah Rois Syuriah PCNU Klungkung. (*)

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »