Friday 22nd October 2021,

Cegah Virus Corona, Santri Roudlotul Huffadz Bali Konsumsi Jamu

Cegah Virus Corona, Santri Roudlotul Huffadz Bali Konsumsi Jamu
Share it

ASWAJADEWATA.COM | TABANAN

Ancaman pandemi virus Corona di Bali mendorong pemerintah daerah mengeluarkan surat maklumat kepada sekolah untuk memberlakukan e-learning bagi para siswanya di rumah terhitung dari tanggal 16 hingga 30 Maret 2020. Kebijakan ini sebagai tindakan pencegahan penyebaran virus di lingkungan sekolah yang dianggap beresiko tinggi.

Menyikapi kebijakan pemerintah tersebut, pengasuh dan para pengurus Pondok Pesantren Roudlotul Huffadz Kediri, Tabanan-Bali melakukan beberapa kegiatan guna menindak lanjutinya.

Setelah mengadakan rapat, akhirnya pesantren yang didirikan oleh KH. Noor Hadi Al Hafidz yang juga Rais Syuriah PWNU Bali ini mengambil keputusan akan tetap memberlakukan kegiatan belajar para santrinya seperti biasa.

Menurut Gus Ainun Ni’am, yang merupakan salah satu pengasuh, keputusan mempertahankan para santri agar tetap berada di pondok adalah salah satu tindakan isolasi untuk mendukung kebijakan pemerintah. Agar mereka tetap dalam pengawasan, baik interaksinya dengan orang lain maupun kegiatan pembelajaran mereka.

“Tindakan ini kami ambil dengan tujuan membantu pemerintah untuk turut memantau secara intensif kondisi santri kami yang berjumlah 321 anak saat ini. Jika mereka dipulangkan, akan lebih rentan tertular dan tidak dapat terdeteksi karena mereka bisa berinteraksi dengan siapa saja tanpa kami ketahui,” jelasnya.

Baca juga:

Hadapi Wabah Corona, Gus Mus Ajak Masyakarat Ikhtiar Lahir Batin

Amalan Saat Dilanda Wabah Dari Habib Tholib Assegaf

Sosialisasi tentang virus serta pencegahan penularannya juga disampaikan kepada para santri. Mereka diminta untuk lebih memperhatikan kebersihan badan serta pakaian masing-masing, dan segera melapor jika ada yang merasa tidak enak badan.

“Para wali santri telah diberi pemberitahuan oleh pihak pesantren, mereka dapat memahami penjelasan kami,” tambah Ketua Rijalul Ansor Provinsi Bali ini.

Gus Ni’am juga mengatakan bahwa, untuk selama 14 hari ke depan pondok membatasi waktu berkunjung. Setiap kunjungan harus melalui petugas penerima tamu, dan disediakan kran-kran air untuk membersihkan tangan lengkap dengan sabunnya sebelum menemui santri.

Sejak hari Senin (16/3), seluruh penghuni pondok ini melakukan kegiatan bersih-bersih semua areal pondok termasuk lingkungan sekitar, serta melakukan istighotsah dengan wirid do’a yang dipimpin langsung oleh Kiai Noor Hadi Al Hafidz.

Uniknya, sebagai usaha untuk meningkatkan daya tahan tubuh para santri, Selasa sore pihak pengasuh dibantu beberapa santri membuat ramuan jamu tradisional sebagai suplemen kesehatan untuk diminum bersama-sama oleh seluruh santri.

“Jamu ini kami ramu dari bahan herbal seperti temulawak, jahe, dan kunir yang merupakan resep warisan orang tua kami, insyaallah sangat berkhasiat bagi kesehatan,” ungkap Gus Ni’am.

“Kegiatan ini kami lakukan sebagai respon dari himbauan pemerintah agar waspada terhadap wabah virus Corona yang sudah terdeteksi di Bali,” pungkasnya.

Penulis: Dadie W. Prasetyoadi

 

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »