Monday 20th September 2021,

Habib Ali Al-Jufri Larang Saling Mengkafirkan Setiap Perbedaan Pandangan

Habib Ali Al-Jufri Larang Saling Mengkafirkan Setiap Perbedaan Pandangan
Share it

ASWAJADEWATA.COM | JAKARTA

Kedatangan ulama kharismatik Habib Ali Zainal Abidin Bin Abdurrahman Al-Jufri dalam rangka safari dakwah dimanfaatkannya untuk mengajak umat Islam di Indonesia agar selalu merawat persatuan dan kerukunan antar sesama.

Menurut Habib Ali yang asal Uni Emirat Arab ini, jika ada pandangan yang berbeda, seorang Muslim tidak boleh langsung mengharamkan atau mengkafirkan karena berpotensi menimbulkan konflik agama.

“Kita sebagai umat Islam tidak boleh langsung mengkafirkan antar sesama, tidak boleh langsung mengharamkan,” kata Habib Ali Zainal Al-Jufri saat menjadi pembicara utama Seminar Internasional di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu, (30/11).

Ketika ada kelompok Islam mengkritik filsafat Imam Ghazali, dan menuduh Imam Ghazali telah keluar dari ajaran Islam yang diriwayatkan dalam kitab Tahafut At-Tahafut karya Ibnu Rusyd. Orang-orang tersebut seketika mengkritik pemikiran Imam Ghazali karena tidak membaca sepenuhnya Kitab Imam Ghazali, Tahafut Al-Falasifah.

Padahal, ujar Habib Ali, dalam kitab karangan hujjatul Islam tersebut diuraikan secara rinci bagaimana maksud filsafat Imam Ghazali itu.

“Orang yang mengkritik Imam Ghazali belum memahami filsafat Ghazali secara utuh, bahkan komentator pandangan Al-Ghazali hanya mencuplik pandangan komentaaor lain, bukan dari bacaan dia. Itu kekurangan kita,” tutur sahabat yang juga murid Habib Umar bin Hafidz ini.

Apalagi kata Habib Ali, jika ada kelompok Muslim yang memaksakan umat untuk tidak memilih atau menaati pemimpin non-Muslim melalui fatwa, maka kelompok tersebut telah mempermainkan agama.

Bagi Habib Ali, meskipun jika hasil musyawarah atau Pemilu pemimpinnya adalah non-Muslim maka dalam konteks berbangsa dan bernegara harus tetap dihormati.

“Tapi menurut saya MUI, Muhammadiyah dan NU tidak mungkin mengeluaran fatwa yang cuma-cuma seperti mengharamkan memilih pimpinan non-Muslim tadi. Itu hanya dilakukan kelompok islam yang tidak kredibel,” tegasnya.

Habib Ali Al-Jufri sudah kesekian kalinya bersilaturahim dengan masyarakat Muslim Indonesia. Beliau tiba di Indonesia sejak Jumat (29/11) kemarin. (dad)

sumber: radarbangsa.com

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »