Monday 30th November 2020,

Halal bi Halal Musholla Al-Muhajirin III, Ketua MUI Kota Denpasar Sampaikan Pentingnya Hidup Bersama

Halal bi Halal Musholla Al-Muhajirin III, Ketua MUI Kota Denpasar Sampaikan Pentingnya Hidup Bersama
Share it

ASWAJADEWATA.COM | Sebagai fitrah manusia, kita tidak bisa sendirian. Manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain bukan makhluk individual yang hidupnya sendirian. Maka dalam mengarungi kehidupan ini penting bagi kita untuk memahami bahwa kebersamaan adalah hal yang penting, yang sudah semestinya kita jaga agar hidup kita terasa ringan.

Musholla Al Muhajirin III yang statusnya masih dalam proses renovasi total, malam tadi (23/6) menggelar pengajian halal bi halal dengan mengundang ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Denpasar, Drs. KH. Saifudin Zaini, M.Pd.I sebagai mubaligh atau narasumbernya. Dalam tausiyahnya, KH. Saifudin mengajak jamaah untuk kembali fitrah yaitu hidup bersama-sama bukan sendiri-sendiri. Persis dengan tema yang diangkat “Kita tingkatkan ukhuwah internal umat beragama dan kita bangun toleransi antar umat beragam,”.

Ketua Rukun Warga Muslim Mekar Jaya, Amron Sudarmanto, S.Pd. MA, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menjaga silaturahmi dengan mengutip sebuah hadist “tidak akan masuk surga orang-orang yang memutuskan Silaturahim,”. Berharap dengan acara halal bi halal malam ini dapat meningkatkan silaturahmi terhadap saudara antar umat bergama serta mengajak jamaah untuk tetap semangat gotong royong mensukseskan renovasi musholla Al-Muhajirin III sehingga pengerjaan cepet selesai dan dapat digunakan oleh jamaah dengan nyaman, damai, sejuk dan tenang.

Sebagai mukadimah tausiyahnya, KH. Saifudin Zaini menyampaikan jika dalam halal bi halal ini ada empat adonan. Diantaranya adalah; labur atau pemutihan. Kemudian kesediaan mengeluarkan sebagian harta atau luber. Selanjutnya kesediaan untuk bergabung bersama-sama atau lebur. Dan terakhir suasana terbebas dari dosa atau lebar (selesai).

Ketua MUI Kota Denpasar tersebut juga mengajak kepada jamaah bahwa dalam suasana Idul Fitri untuk kembali pada fitrah, yaitu kembali hidup bersama-sama. Jangan sendiri-sendiri.

“Idul fitri itu diartikan kembali kepada fitrah, yaitu kembali pada fitrah manusia adalah sama. Tidak bisa disebut sendirian. Hidup bersama-sama,” papar Kyai Saifudin yang juga adalah Syuriah PWNU Bali itu.

Acara halal bi halal malam ini dihadiri oleh segenap pengurus RWM Mekar Jaya, Takmir Musholla Al-Muhajirin III, Remaja Irma Jaya serta segenap warga dan jamaah musholla Al-Muhajirin III dengan total sekitar lebih dari 300 orang. Tepat pukul 21.00 WITA acara resmi ditutup dengan seluruh jamaah saling berjabat tangan sebagai tanda bermaafan dan diakhiri dengan santap malam bersama. (Red.MM)

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »