Tuesday 26th October 2021,

Kegagalan Pengujian, Merusak Seluruh Tindakan Penanganan COVID-19 di Amerika

Kegagalan Pengujian, Merusak Seluruh Tindakan Penanganan COVID-19 di Amerika
Share it

ASWAJADEWATA.COM |

Penderita positif Covid-19 di seluruh dunia telah melewati angka 700.000  dan masih terlihat akan terus bertambah jika diliat trend grafik statistik dari situs-situs online yang ada.

Amerika menduduki peringkat pertama saat ini dalam jumlah penderita dengan angka lebih dari 160.000. Mengherankan jika melihat pada Global Health Security Index, yang menilai setiap negara berdasarkan kesiapsiagaan menghadapi pandemi, Amerika Serikat memiliki skor 83,5 — tertinggi di dunia. Kaya, kuat, maju, Amerika seharusnya menjadi negara yang paling siap menghadapi pandemi ini.

Ternyata angka yang ada pada indeks itu harus dibuktikan dalam kondisi sesungguhnya. Mungkin terbuai dengan laporan tersebut, pemerintah Amerika merasa terlalu percaya diri dan menganggap badan-badan yang menangani hal ini dapat dengan mudah mengatasinya.

Menurut Nahid Bhadelia, seorang dokter penyakit menular di Fakultas Kedokteran Universitas Boston, COVID-19 bukanlah virus biasa, karakternya tersembunyi dan menyebar dari satu host ke host lain lain selama beberapa hari sebelum memicu gejala yang jelas.

“Untuk melahirkan patogen semacam itu, negara harus mengembangkan tes dan menggunakannya untuk mengidentifikasi orang yang terinfeksi, mengisolasi mereka, dan melacak orang-orang yang pernah mereka hubungi. Itulah yang dilakukan Korea Selatan, Singapura, dan Hong Kong dengan efek luar biasa. Itu yang tidak dilakukan Amerika Serikat,” katanya, yang dikutip dari theatlantic.com

Dengan tidak belajar dari negara-negara yang lebih dulu terjangkit virus, Amerika menanggung konsekuensi besar seperti yang terlihat saat ini. Dari laporan para jurnalis sebelumnya, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengembangkan dan mendistribusikan tes yang salah pada bulan Februari. Laboratorium independen menciptakan alternatif, tetapi terjebak dalam kerumitan birokrasi FDA, badan yang bertanggung jawab terhadap kesehatan dan keamanan publik di Amerika.

Dalam bulan yang genting ketika beban kasus Amerika menembus puluhan ribu, hanya ratusan orang yang diuji. Dimana Pusat Biomedikal Amerika harus diakui gagal dalam membuat tes diagnostik yang sangat sederhana, sangat tidak dapat diterima secara harafiah.

Akhirnya konsekuensi yang harus ditanggung atas kegagalan ini adalah runtuhnya mental masyarakat, pandemi ini telah membekas pada jiwa bangsa.

Semoga ini dapat menjadi contoh pembelajaran bagi Indonesia untuk tidak melakukan kesalahan yang sama.

Penulis: Dadie W. Prasetyoadi


Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »