Monday 18th October 2021,

Ketika NU dan MU “Bertengkar” Maka Yang Bersorak Adalah Kelompok “Makar”

Ketika NU dan MU “Bertengkar” Maka Yang Bersorak Adalah Kelompok “Makar”
Share it

ASWAJADEWATA.COM

Saat ini NU dan Muhammadiyah sedang mengalami ujian-fitnah. Ujian ini bukan sekedar peristiwa yang terjadi begitu saja. Pasti ada kelompok yang sengaja memunculkan untuk mengadu domba dua organisasi yang memiliki panutan satu sanad keilmuan, Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Ahmad Dahlan.

Jagat maya menjadi ramai dengan postingan yang seolah NU dan MU “bertengkar” sebab peristiwa di Kauman. Bermacam-macam opini, status dan komentar menyikapi peristiwa tersebut. Dari pihak NU sebagian ada yang mengecam MU, begitu pun dari kelompok MU. Sebagian yang lain menyikapi dengan menampilkan jejak digital opini atau berita tentang persaudaraan erat dan kemesraan antara NU dan MU.

Namun bagi pihak yang memang sengaja membuat framing untuk merusak ikatan persaudaraan NU dan MU, semakin menjadi kompor yang mengakibatkan NU dan MU bertambah panas-tegang. Tentu, tujuannya tidak lain agar ikatan NU dan MU putus, pecah belah lalu saling bermusuhan. Inilah yang menjadi misi utama dengan adanya kejadian peristiwa di Kauman. Pelakunya sudah pasti kelompok makar, yaitu kelompok yang ingin merusak persaudaraan di negeri tercinta ini.

Kita sebagai generasi bangsa, baik dari pihak NU ataupun MU, harus cerdas dan dewasa menyikapi kasus ini. Kita harus ingat kepada panutan masing-masing dari NU dan MU, bahwa  Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Ahmad Dahlan tidak pernah mengajarkan kita untuk saling berselisih yang berakibat pecah belah. Meski mendirikan ormas yang berbeda, beliau berdua tetap menjaga ukhuwah.

Selain itu, kita harus ingat, bahawa NU dan MU merupakan tonggak utama keutuhan NKRI. Di masa penjajahan, NU dan Muhammadiyah saling berpegang tangan, bersatu memperjuangkan negeri ini. Untuk negeri tercinta, NU dan Muhammadiyah pasti satu misi.

Nah, mengapa saat ini NU dan Muhammadiyah dibenturkan? Karena diharapkan NU dan MU bertengkar, tidak akur sehingga tak lagi saling berpegangan demi menjaga keutuhan NKRI. Siapa yang melakukan, tentu dan pasti merekalah kelompok makar yang sudah sejak lama ingin merampas kemerdekaan Indonesia dengan segala cara.

Ketika NU dan MU bertengkar, kelompok makar itu pasti senang gembira dan bersorak lantang, karena berhasil membuat NU dan Muhammadiyah saling bermusuhan. Setelah NU dan MU menjadi organisasi yang tidak akur lagi atau bahkan hancur, maka mereka akan sangat mudah melancarkan rencana misi mereka untuk merusak dan menguasai Negara ini.

Dengan demikian, NU dan MU harus kembali kepada ajaran panutannya, mengingat sejarah kemesraan NU dan MU sejak masa penjajahan, serta menguatkan kembali misi dari masing-masing organisasi ini untuk kemajuan negeri. Jangan sampai terkecoh dan terjebak permainan kelompok makar itu.

Untuk kelompok yang sengaja ingin merusak hubungan baik NU dan MU, ya jabbar… ya qahhar!

Penulis: M. Taufiq Maulana

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »