Wednesday 04th August 2021,

Ketua Ansor Bali; Diklat Terpadu Bertujuan Meningkatkan Militansi dan Wawasan Setiap Kader

Ketua Ansor Bali; Diklat Terpadu Bertujuan Meningkatkan Militansi dan Wawasan Setiap Kader
Share it

ASWAJADEWATA.COM | GIANYAR

Pimpinan Cabang  (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Gianyar menggelar Forum Silaturahmi Penguatan Kader dalam Rangka Persiapan Diklat Terpadu Dasar DTD I. Pada Ahad, (24/1) di Gedung Serbaguna Nur Hidayah, Gianyar Bali.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Sahabat Wiryanto. Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars Syubbhanul Wathon, Mars Ansor dan Mars Banser yang dipimpin oleh Sahabat Rudi Haryanto.

Ketua PC GP Ansor Gianyar, Sahabat Mursalin menyampaikan rasa terima kasih kepada segenap sahabat Ansor dan jajaran yang telah hadir dan pihak – pihak membantu menyukseskan acara tersebut.

Kepala Satuan Koordinasi Wilayah (Kasatkorwil) Banser Provinsi Bali, Imam Bukhori dalam sambutannya menyampaikan bagaimana kader (Ansor-Banaer) dapat menjiwai organisasi. Menurutnya dengan mengikuti Diklat Terpadu Dasar (DTD) I sebagai solusi kesulitan pengkaderan terlebih lagi di wilayah yang Muslimnya sedikit atau klaster III.

“Sehingga alumni dari DTD otomatis berhak untuk mengikuti pendidikan lanjutan baik Pendidikan Kader Lanjutan (PKL) bagi Ansor. Dan Kursus Banser Lanjutan (Susbalan) bagi Banser.” paparnya.

Imam Bukhori juga menyarankan agar Banser senantiasa membangun komunikasi dengan gugus tugas di tingkat Kecamatan maupun tingkat Kabupaten. Hal tersebut salah satunya agar dapat sosialisasi terkait penanggulangan Covid 19.

Ketua PW Ansor Bali, H. Yunus Naim dalam sambutannya menyampaikan bahwa berhikmad di Ansor-Banser termasuk orang-orang yang sholeh.

“Bergabung di ansor waktu dana dan pemikiran. Berkhidmat mudah di-ridho-i Allah SWT dan digolongkan sebagai orang – orang yang sholeh,” terangnya.

“Ukurannya dari mana? Ya dari niat
Niat berkhidmat, niat mencari ridho Allah. Jika niat nya betul maka akan datang sendiri apa yang diinginkan,” lanjutnya.

H. Yunus juga menambahkan bahwa Ansor-Banser adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Rijalul Ansor adalah badan semi otonom yang harus bersinergi. Jangan sampai jalan sendiri-sendiri. Harus saling mendukung di setiap kegiatan. Sehingga organisasi semakin kuat.

Selain itu H. Yunus mengingatkan agar setiap kader pemuda Ansor-Banser mengikuti pelatihan atau diklat untuk meneguhkan militansi dan wawasan.

“Anggota kita rata – rata di bawah 40 tahun. Jadi usia ini yang menuju kematangan. Usia Mencari jati diri.  Salah satu cara mengarahkan dari yang menyimpang adalah dengan DTD ini. Karena materinya menanamkan Keislaman dan Keaswajaan,” Tambahnya.

Terakhir ketua PW Ansor Bali tersebut juga menyampaikan bahwa Nahdlatul Ulama bukan sembarang organisasi. NU tidak hanya didirikan oleh para Ulama dan Kyai saja, tapi juga para Waliyullah.

Penulis: Agus Surya

Editor: Muhammad Muhlisin

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »