Saturday 28th November 2020,

Komunitas Lintas Agama Bali Doakan Indonesia

Komunitas Lintas Agama Bali Doakan Indonesia
Share it

ASWAJADEWATA.COM | Berbagai komunitas dari lintas agama di Denpasar Rabu malam (16/10) mengadakan aksi bersama bertempat di lapangan Bajra Sandhi Renon dengan tema ‘Seribu Cahaya dan Doa untuk mengawal 92% Suara Rakyat Bali untuk Jokowi’.

Kegiatan yang digagas oleh Aliansi Bhinneka Sakti ini diisi dengan orasi dari masing-masing perwakilan komunitas/ormas yang hadir. Terlihat di lokasi diantaranya adalah, Patriot garuda Nusantara (PGN), FPNKRI, Gema Perdamaian, PITI, PERTIWI, PENA 98, POSPERA, PCNU Badung, PCNU Kota Denpasar, Komunitas Mahasiswa Papua, Nuswantoro, dan lainnya.

Selain orasi, acara malam itu juga diisi berbagai hiburan seni dan budaya dari para simpatisan komunitas yang hadir.

Acara yang berlangsung sejak pukul 18.30 ini diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya dan pembacaan teks Pancasila, lalu diikuti penyampaian orasi dari perwakilan Elemen Masyarakat Bali seperti; Gus Yadi (PGN), Oktav (PENA 98), dan Ketut Darmika (Gema Perdamaian).

Dalam kesempatan itu Ketua PCNU Kota Denpasar H. Pujianto bersama Ketua PCNU Badung H. Aap Safrudin Muslih turut diminta untuk menyampaikan orasi kebangsaan diatas panggung yang telah disediakan.

Berdua secara bergantian mereka menyampaikan sikap Nahdlatul Ulama terhadap keberlangsungan kehidupan berbangsa yang harus dijaga bersama, sesuai warisan amanah dari para Muasis (pendiri) NU.

“Peran NU dalam Kemerdekaan Indonesia sudah tidak diragukan lagi, urusan berbangsa bagi kami sudah selesai. NKRI dan Pancasila tidak bisa ditawar lagi,” tegas H. Pujianto.

Sedangkan H. Aap mengatakan, “Radikalisme dan Terorisme adalah musuh kita bersama, tidak ada ruang bagi mereka di negara yang kita cintai ini.”

Pada sesi terakhir, Mocka Djatmika Ketua Aliansi Bhinneka Sakti mengajak setiap elemen agar berani menyatakan sikap untuk tetap mengawal hasil pilpres yang sudah sesuai dengan konstitusi dan melawan segala bentuk usaha yang coba menggagalkan pelantikan Jokowi-Ma’ruf sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia terpilih pada 20 Oktober mendatang.

“Saat ini mari kita tunjukkan keberanian dalam menjaga dan merawat ke-Bhinneka-an di negeri ini seperti saat kita berani menentukan pilihan dalam bilik suara saat pilpres. Ayo bersama kita rapatkan barisan demi menjaga Pancasila dan Konstitusi,” ajak Mocka kepada segenap yang hadir.

Sebelum acara malam itu ditutup dengan do’a bersama, komunitas mahasiswa Papua menampilkan tarian tradisional mereka yang bernama tari Yospan.

Yohan koordinator komunitas mahasiswa/pelajar Papua ini mengatakan bahwa mereka sangat berterima kasih atas kesempatan yang diberikan oleh panitia bagi mereka untuk dapat ikut dalam kegiatan aksi ini.

“Kami berasal dari berbagai daerah di Papua, sangat bahagia diikutsertakan dalam acara malam ini. Kami ingin ikut mendoakan keselamatan dan keutuhan NKRI yang sama-sama kita cintai,” tuturnya.

Akhirnya secara bergantian para perwakilan elemen tersebut menyampaikan do’a yang pada intinya memohon keselamatan bagi seluruh bangsa Indonesia dimanapun berada kepada Tuhan yang Maha Esa.

Acara ditutup dengan ucapan terima kasih dari ketua panitia H. Daniar Trisasongko kepada semua pihak yang terlibat dan turut membantu terselenggaranya do’a bersama ini, kemudian dilanjutkan dengan saling berjabat tangan oleh seluruh hadirin. (dad)

 

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »