Tuesday 26th October 2021,

Maulid ad-Diba’i, Karya Seorang Ulama Ahli Hadits

Maulid ad-Diba’i, Karya Seorang Ulama Ahli Hadits
Share it

ASWAJADEWATA.COM |

Mayoritas ulama meyakini shalawat Maulid ad-Diba’i adalah karya seorang ulama besar dan merupakan ahli hadis, yaitu Imam Wajihuddin Abdur Rahman bin Ali bin Muhammad bin Umar bin Ali bin Yusuf bin Ahmad bin Umar ad-Diba`i asy-Syaibani al-Yamani az-Zabidi asy-Syafi’i. Beliau dilahirkan pada Muharram tahun 866 H dan wafat pada Jumat di bulan Rajab tahun 944 H.

Salah satu ulama ahli hadis terkemuka yang sangat kagum dengan Imam ad-Diba’i adalah Sayid Muhammad bin Alwi al-Maliki. Sebagai bukti kekaguman beliau adalah karya beliau yang men-ta’liq dan men-takhrij hadis-hadis yang ada di dalam Maulid ad-Diba’i yang bernama Mukhtashar fi ash-Shirah an-Nabawiyah. Beliau juga berkomentar bahwa Imam ad-Diba’i ialah seorang ahli hadis, jujur dan baik lahjah-nya. Tak hanya itu, Sayid Muhammad al-Maliki juga berkata dalam karyanya tersebut bahwa Imam ad-Diba’i telah mengahatamkan dan belajar kitab Sahih Bukhari lebih dari 100x.

Dalam syair-syair Maulid ad-Diba’i yang begitu indah, terdapat banyak faedah dan keutamaan. Selain kita akan memperoleh banyak pahala karena bershalawat. Kita juga mendapat pahala dengan mendoakan para sahabat Nabi, keluarga Nabi, guru, orang tua bahkan seluruh umat Islam, seperti contoh syair,

يَارَبِّ وَارْضَ عَنِ الصَّحَـــــــابَةْ ۞ يَارَبِّ وَارْضَ عَنِ السُّـــــــــلاَلَةْ

Wahai tuhanku, ridailah para sahabat Nabi, wahai tuhanku, ridailah para keturunan Nabi

يَارَبِّ وَارْضَ عَنِ الْمَشَــــــــايِخْ ۞ يَارَبِّ فَارْحَـــــــمْ وَالِدِيْنَــــــــــــا

Wahai tuhanku, ridailah para guru, wahai tuhanku lalu sayangilah orang tua kita

يَارَبِّ وَارْحَمْـــــــــنَا جَمِيْـــــــــــعًا ۞ يَارَبِّ وَارْحَـــــــــــمْ كُلَّ مُسْــــلِمْ

Wahai tuhanku, sayangilah kita semua, wahai tuhanku, sayangilah setiap muslim

Barang siapa yang bersolawat kepada Nabi dengan Maulid ad-Diba’i, akan diberikan banyak berkah sebab keagungan Nabi, keluarganya dan para sahabatnya. Hingga pada akhir doa dalam Maulid ad-Diba’i tak lepas dari berwasilah kepada beliau semua. disebutkan,

أَللّٰهُمَّ بِحُرْمَةِ هٰذَا النَّبِيِّ الْكَرِيْمِ ۞ وَاٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ السَّالِكِيْنَ عَلىٰ مَنْهَجِهِ الْقَوِيْمِ ۞

Karya tulis Imam ad-Diba’i yang populer bukan hanya maulid tersebut, tetapi juga ada yang lain seperti kitab Tamyis ath-Thib min al-khabits yang menyajikan kajian hadis yang beredar di kalangan masyarakat. Berbagai hadis dari jalur beberapa para sahabat Nabi beliau paparkan dengan status dan rawinya. Dalam kitab ini beliau mengawali mukadimahnya dengan memuji kepada Allah, bershalawat kepada Nabi dan para sahabatnya. Disebutkan,

وَ صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَ أَصْحَابِهِ السَّادَاتِ الكُرَمَاءِ العُلَمَاءِ الأَفَاضِلِ

Ini ulasan singkat yang mungkin bisa dijadikan pegangan bahwa Imam ad-Diba’i adalah seorang ahli hadis, jujur, fashih, bermazhab Syafi’i dan selamat dari virus tasyayyu’ atau yang lain. Wallahu ‘alam.

Oleh: M Fuad Abdul Wafi | Annajahsidoiri.id

 

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »