Thursday 11th August 2022,

Tradisi Syawal Kampung Islam Gelgel Klungkung Bali

Tradisi Syawal Kampung Islam Gelgel Klungkung Bali
Share it

ASWAJADEWATA.COM | KLUNGKUNG

Kemeriahan perayaan Idul Fitri tak hanya terjadi di wilayah yang mayoritas penduduknya beragama Islam namun di Kampung Islam Gelgel, Klungkung, Bali, nuansa perayaan Lebaran menjadi daya tarik “recomended” untuk kita saksikan bersama.

Sehari sebelum Hari Raya Idul Fitri, dilaksanakan Takbir Keliling yang diikuti segenap warga kampung. Dan pada Hari Raya Idul Fitri juga silaturahmi dengan daling mengunjungi antar saudara dan sesama warga kampung.

Uniknya adalah sebagian besar warga kampung bersama – sama melaksanakan Puasa Syawal mulai tanggal 3 Syawal sampai puncaknya pada 8 Syawal dengan mengadakan Sagi. Sagi merupakan makanan yang dishodaqohkan oleh warga yang ditempatkan di nampan besar dengan tutup dari daun lontar khas Bali.

Puncak acara 8 Syawal tersebut diawali dengan pembacaan Rotibul Haddad di sore hari oleh warga laki – laki hingga buka puasa bersama dan sholat Maghrib berjamaah. Setelahnya para jamaah megibung atau makan bersama 1 nampan untuk 4 orang, Sagi yang telah disiapkan.

Tradisi perjamuan Megibung Sagi

Setelah makan bersama, acara dilanjutkan dengan Tausiyah yang kali ini diisi oleh Ustadz Arham Asshiddiq Asy’ari asal Kepaon, Denpasar. Pria yang juga keturunan Gelgel ini dalam tausiyahnya menekankan keutamaan ibadah yg ada setelah bulan Ramadhan, seperti puasa Syawal yang sudah dilakukan warga Kampung Islam Gelgel, memberi makan fakir miskin, menyambung silaturahmi dan istiqomah qiyamul lail.

Dilanjutkan dengan Sholat Isya berjamaah, dan persiapan Syawal Bedug Festival. Festival ini diikuti oleh para remaja Islam setempat berusia antara 15-22 tahun yang terbagi menjadi 3 grup. Kemudian dimeriahkan pula dengan atraksi seni pencak silat dari berbagai macam latar belakang perguruan yang ada di Kampung Islam Gelgel seperti Sitembak, Cianjuran dan lainnya.

Dalam sambutan pembukaan, Prebekel Desa Kampung Islam Gelgel, Sahidin sangat mengapresiasi semangat para remaja yang telah aktif meneruskan perjuangan para pendiri dan sesepuh kampung.

Seni Pencak Silat diperagakan langsung oleh Perbekel Kampung Islam Gelgel Klungkung, Sahidin.

Namun ini juga menjadi PR bersama karena dinamika tiap generasi akan memiliki tantangan yang sesuai zamannya.

“Seperti saat awal terbentuknya kampung ini hanya terdiri dari 40 orang pada abad ke-15, dan kini sudah menjadi 1242 orang. Tapi warisan tradisi syawal, megibung sagi masih tetap terjaga,” ungkapnya.

Kontributor: Agus Surya

Foto : Indra

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »