Friday 07th October 2022,

Melek Digital: Dewasa Dalam Bermedia Sosial

Melek Digital: Dewasa Dalam Bermedia Sosial
Share it

ASWAJADEWATA.COM | JEMBER

Seminar Nasional sekaligus peluncuraan Website dilangsungkan oleh Pondok Pesantren Nurul Qarnain, Jember, berkerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia pada Sabtu (13/8).

Mengusung tema Melek Digital: Dewasa dalam Bermedia Sosial, acara tersebut dihadiri oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qarnain, para pimpinan lembaga yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Nurul Qarnain, serta Samuel A. Pengerapan (Dirjen APTIKA KEMKOMINFO RI).

Seminar ini diikuti oleh seluruh santri dari jenjang MTs hingga perguruan tinggi yang ada di bawah naungan Pondok Pesantren Nurul Qarnain. Tujuan diadakannya seminar ini tiada lain mengajak seluruh santri untuk lebih bijak lagi dalam bermedia sosial. Hal ini karena banyak sekali para pengguna media sosial yang belum cukup bijak dalam bermedia sosial, terutama dalam hal sosial keagamaan.

Selain itu, termasuk dari tujuan acara tersebut adalah sebagai upaya Deradikalisasi Pondok Pesantren Nurul Qarnain di media sosial. Hal ini karena banyak sekali postingan-postingan keagamaan yang tidak sesuai dengan visi-misi Islam sebagai agama yang Rahmatan Lil Alamiin, dengan adanya jargon kembali kepada Al Quran dan Hadis, sedangkan dirinya tidak paham secara tuntas tentang apa yang dijadikan dalil atau dasar dalam suatu perkara. Sehingga hal tersebut dapat membuat para pengguna media sosial terdoktrin dengan paham tersebut.

Dengan demikian, pada acara seminar ini pihak Panitia mengundang para narasumber yang memang sudah ahli dalam bidang yang menjadi tema pada acara kali ini. Diantaranya adalah : Nur Hasanah Mahnan (Founder Adeeva Group), Sutrisno (Jurnalis nusadaily.id), Muhammad Fauzinuddin Faiz (Ketua PC. LTN NU Kab. Jember), dan Mohammad Firmansyah (Wakil Ketua Bid. Akademik STIS Nurul Qarnain) sebagai moderator di acara seminar nasional ini.

Dengan seminar tersebut, diharapkan para santri setelah mengikutinya akan menjadi lebih bijak dan lebih dewasa dalam bermedia sosial. Sehingga dapat menjadi garda terdepan dalam mencegah paham-paham radikalisme yang mengatasnamakan Agama Islam.

Penulis: Muhammad Ihyaul Fikro | Editor: Dadie W. Prasetyoadi

 

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »