Wednesday 25th November 2020,

NUCare-Lazisnu Bali Sosialisasi Program ke Praktisi Pariwisata

NUCare-Lazisnu Bali Sosialisasi Program ke Praktisi Pariwisata
Share it

ASWAJADEWATA.COM | Komunitas muslim karyawan Sofitel Hotel Nusa Dua Bali hari Rabu (2/10), mengundang jajaran pengurus NUCare-Lazisnu Bali guna mendapat informasi lebih jauh tentang program pengelolaan Zakat, Infaq, Sodaqoh (ZIS).

Pengelolaan ZIS yang ditangani oleh lembaga di bawah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi Bali itu dalam dua tahun terakhir memang sedang giat mengadakan berbagai program sosial dengan menggandeng partisipan serta donatur dari bermacam sektor ekonomi, Baik pemerintah maupun swasta. Salah satunya sektor pariwisata.

Atas undangan komunitas Karyawan Muslim Sofitel Hotel Nusa Dua yang disampaikan beberapa hari sebelumnya, Ketua NUCare-Lazisnu Bali H. Eky Rezal menyambut baik antusiasme para karyawan hotel tersebut dengan melakukan kunjungan khusus didampingi beberapa pengurus dan relawan yang terlibat dalam setiap kegiatan NUCare-Lazisnu Bali.

Yusuf Permadi selaku ketua Komunitas Karyawan Muslim Sofitel mengucapkan terima kasih atas kedatangan tim dari PWNU Bali dalam sambutan pembuka sore itu mengawali acara.

Saat memaparkan visi-misi NUCare-Lazisnu secara umum di hadapan para karyawan Sofitel, H. Eky menyampaikan 4 program utama kegiatan mereka yaitu, Pendidikan, Kesehatan, Pemberdayaan Ekonomi Umat, dan Penanggulangan Bencana.

H. Eky juga menceritakan beberapa kegiatan yang sudah dilakukan sebelumnya terkait 4 program tersebut, misalnya keikutsertaan NUCare-Lazisnu dalam penanggulangan Bencana Gunung Agung, Gempa Lombok dan Safari Ramadhan di seluruh Bali yang dinamakan Gerakan NU For Bali

Selain itu sinergi antar lembaga dan banom Nahdlatul Ulama Bali seperti Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU), GP ANSOR, LTNNU, Muslimat NU, IPNU, IPPNU, dan PMII dalam setiap kegiatan juga dipaparkan oleh H. Eky sebagai bentuk pengabdian NU untuk masyarakat luas.

Dalam kesempatan itu juga dijelaskan oleh H. Eky secara singkat tentang perbedaan antara Zakat, Infaq, dan Sodaqoh yang memang sering menjadi pertanyaan masyarakat awam.

Kegiatan yang dilakukan komunitas karyawan yg dinamakan Mosleem Commitee SBND sebagai rangkaian pembentukan kepengurusan baru ini juga diisi dengan siraman rohani yang disampaikan oleh Ketua LTN NU Bali Ustadz Muhammad Taufiq Maulana S.Sy, M.H. atau yang dikenal dengan sapaan Gus Tama.

Gus Tama yang juga penulis buku ‘Fikih Muslim Bali’ menyampaikan bahwa sebagai karyawan, mereka juga melakukan ibadah utama.

“Rasulullah Saw sebelum menikahi Siti Khodijah juga adalah seorang karyawan, beliau bekerja jujur dan giat dengan sepenuh hati, sehingga hasil pekerjaannya membawa berkah dan menjadi contoh bagi yang lain,” kata Da’i kelahiran Kubu Raya Kalimantan Barat itu.

Lalu Gus Tama yang juga dosen pengajar di STAI Denpasar menuturkan keutamaan infaq dan sodaqoh walaupun tergolong sunnah namun memiliki manfaat besar.

“Sodaqoh memiliki salah satu keutamaan, yaitu dapat sebagai sarana penolak bala’ atau musibah bagi kita. Maka jika kita mengalami ujian atau musibah, hendaknya kita introspeksi mungkin ada sebagian dari harta orang lain yang tercampur belum kita keluarkan kepada yang berhak,” pungkasnya.

 

 

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »