Thursday 27th January 2022,

Peringati Hari Menanam Pohon Nasional 2021, LPLH-SDA MUI Bali Bersama Pemerhati Lingkungan Tanam 2000 Batang Mangrove

Peringati Hari Menanam Pohon Nasional 2021, LPLH-SDA MUI Bali Bersama Pemerhati Lingkungan Tanam 2000 Batang Mangrove
Share it

ASWAJADEWATA.COM|

Kegiatan memperingati hari Menanam Pohon Nasional, Ahad 28 November 2021 di Bali pagi ini diadakan penanaman Pohon Mangrove sebanyak 2000 batang di daerah kawasan Mangrove Taman Hutan Rakyat, dekat Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali.

Bersama Forum Peduli Mangrove, Komunitas Mangrove Ranger, Sea Soldiers, Portir Indonesia, Banser NU, Pagar Hijau, OI team, Vertical Rope Indonesia dan Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup (LPLH-SDA) MUI Prov. Bali. Melibatkan sekitar 60 orang untuk menanam pohon Mangrove Jenis Rhyzopora Apiculata.

Pemerhati lingkungan lintas Organisasi di Bali bersama-sama tanam 2000 batang Mangrove (28/11)

Hutan Mangrove merupakan vegetasi yang sangat unik, ciri khususnya berupa jenis tanaman yang mampu beradaptasi dengan kondisi berlumpur dan memiliki tingkat salinitas yang tinggi.

Sudah banyak orang mengenal mangrove dengan segudang fungsi dan manfaatnya, yaitu sebagai penahan abrasi pantai, penahan gelombang dan tsunami, penahan intrusi air laut, dapat memberikan nilai ekonomi jika dimanfaatkan dengan bijaksana dan masih banyak fungsi lainnya.

“Tak kalah pentingnya, Mangrove saat ini sedang digunakan sebagai aksi percepatan mitigasi bencana perubahan iklim dunia karena sifat dan fungsi mangrove yang dapat menyerap karbondioksida per hektar nya lebih besar bahkan 5x lebih banyak dibanding hutan darat lainnya” ujar Nyoman Sweet Juniartini S. Hut, Koordinator Forum Peduli Mangrove Bali.

Upaya melestarikan hutan Mangrove dikawasan konservasi hutan Mangrove Tahura (Taman Hutan Rakyat) I Gusti Ngurah Rai terus dilakukan, saat ini sekitar 200 ribu bibit Mangrove telah ditanam dilokasi Tahura ini.

“Kami sangat mendukung upaya ini, karena akan menyelamatkan Lingkungan, serta sangat bermanfaat bagi biodiversity, ekologi laut dan kemashalatan umat manusia” imbuh Adrid Indaryanto, Sekretaris LPLH-SDA, MUI Prov. Bali.

Kawasan hutan Mangrove Bali memiliki luas sekitar 1300 hektar. Hutan Mangrove juga dikenal dengan sebutan hutan bakau, selain menahan laju air laut yang masuk kedaratan, Hutan Mangrove juga menjadi Daerah Tujuan Wisata (DTW) yang sangat menarik, sekaligus melihat gerombolan berbagai jenis burung yang terbang dikawasan ini.

“Area Konservasi Mangrove terus kami jaga dan lestarikan, serta memastikan keberlangsungannya dengan menanam bibit pohon Mangrove” ujar Andi Koordinator Portir Indonesia wilayah Bali. (*)

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »