Monday 16th May 2022,

Pidato Gus Yahya di Rabithah Alam Islami Jeddah Mendulang Apresiasi Umat Beragama Dunia

Pidato Gus Yahya di Rabithah Alam Islami Jeddah Mendulang Apresiasi Umat Beragama Dunia
Share it

ASWAJADEWATA.COM |

Kerajaan Saudi Arabia menyelenggarakan Forum on Common Values among Religious Followers (Forum tentang Nilai-nilai Bersama di Antara Para Pengikut Agama) pada Rabu (11/5/22).

Gelaran internasional yang diprakarsai Rabithah ‘Alam Islami (Liga Dunia Islam) itu, dihadiri Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) yang diundang sebagai salah seorang pembicara utamanya.

Dalam pidatonya, Gus Yahya mengajak kepada seluruh audiens untuk membangun strategi bersama mentransformasikan pola pikir umat beragama.

Menurutnya, masih banyak kalangan umat beragama yang memandang hubungan antar agama sebagai kompetisi politik, tak ayal agama diperalat sebagai senjata politik untuk memperebutkan kekuasaan.

“Pola pikir ini harus diubah karena akan merusak harmoni sosial di antara kelompok agama yang berbeda-beda dan memustahilkan kelompok-kelompok yang berbeda itu hidup berdampingan secara damai,” katanya.

Ia mengungkapkan, gelaran yang digagas oleh Kerajaan Saudi Arabia ini merupakan jawaban atas keinginannya selama ini .

KH. Yahya Cholil Tsaquf seorang tokoh humanis yang sangat menginginkan manusia hidup rukun, damai dan bersaudara. Hidup harmoni tidak hanya di Indonesia, namun juga dalam skala internasional.

Dari itu, gerakan moderasi beragama menjadi acuan dalam sikap perjuangannya. Dan ini sebenarnya meneruskan perjuangannya KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang belum sempurna bahkan masih mengalami tantangan dimana mana.

KH. Yahya Chalil Tsaquf yang dulu menjadi juru bicara saat Gus Dur jadi Presiden, tentu banyak memahami fikiran-fikiran Gus Dur, atau dengan kata lain termasuk kader ideologis Gus Dur yang membawa nama harum NU di kancah internasional.

Oleh karena itulah di Forum on Common Values among Religious Followers yang diselenggarakan Rabithah ‘Alam Islam di Jeddah ini, Syekh Al Issa selaku sekjen siap mendukung acara internasional NU.

Kami pun berfikir bahwa NU ini keramat, meminjam istilah KH. Afifuddin Muhajir bahwa NU organisasi sakral karena didirikan oleh tokoh tokoh sakral. Sehingga Allah memberikan Pemimpin NU seperti KH. Yahya Chalil Tsaquf.

Penulis: HM. Misbahus Salam (Pengurus LAZISNU PBNU)

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »