Friday 27th November 2020,

Santripreuner Lintas Agama 2019 di Bali Tarik Minat Kalangan Millenial

Santripreuner Lintas Agama 2019 di Bali Tarik Minat Kalangan Millenial
Share it

ASWAJADEWATA.COM – Event tahunan yang digagas Kemenpora kali ini diadakan di Bali tepatnya di Discovery Shopping Mall Kuta dengan menghadirkan pengusaha-pengusaha muda dan kreatif dalam berbagai bidang usaha dari tanggal 21 hingga 25 Agustus.

Hari ketiga gelaran Expo ini diisi dengan acara Bisnis Competition dari peserta yang terseleksi sebelumnya. Tak kurang dari 600 peserta mendaftar untuk dapat tampil di ajang bergengsi bagi kalangan perintis usaha muda, belum lagi pemilihan Bali sebagai tempat dilangsungkannya menjadi daya tarik lebih bagi para peserta.

Sebanyak 100 stand lebih disiapkan panitia untuk memberi kesempatan kepada pengusaha-pengusaha muda seluruh Indonesia memamerkan produk mereka dari berbagai jenis mulai kuliner kemasan, garment, handricaft dan lainnya.

Andi Fajar Asti M.Pd, M.Sc. selaku ketua penyelenggara ketika diwawancarai mengatakan bahwa kreatifitas usaha dari generasi muda saat ini sudah jauh meningkat dibanding sebelumnya.

Andi Fajar Asti, M.Pd, M.Sc ketua penyelenggara Santripreneur Lintas Agama 2019

“Dari ajang ini kita bisa melihat bagaimana anak-anak muda Indonesia sangat kreatif dan tentunya perlu kita dorong bersama agar kreatifitas mereka dapat menghasilkan dan unjuk gigi di pasar global dengan kualitas baik”, ujarnya.

Program kerjasama Diagnosa Institute dengan Kementrian Pemuda dan Olah Raga Republik Indonesia ini bertujuan untuk mencetak para wirausaha muda dari seluruh Indonesia melalui suasana kompetisi yang sehat, serta diharapkan mampu menginspirasi masyarakat luas.

Para peserta Expo yang berasal dari 20 provinsi ini kebanyakan adalah para santri pondok pesantren. Namun tak sedikit pula wirausaha muda asli Bali yang ikut meramaikannya. Seperti Putri, salah satu perwakilan dari Bali yang berhasil lolos sebagai peserta Expo Santripreneur Lintas Agama 2019.

“Saya senang dan bangga bisa berada di sini, bertemu dengan teman-teman semua. Agama saya Hindu, tapi saya tidak merasakan ada perbedaan di antara kami selama di sini,” katanya.

Gadis pengusaha handycraft ini mengatakan benar-benar merasakan suasana persatuan dan kesatuan Indonesia dalam event yang dibuka oleh Mentri Pemuda dan Olah Raga Dr. H Imam Nahrowi, M.KP. tersebut.

(dad)

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »