Tuesday 01st December 2020,

Sekolah Dambaan Sejuta Umat

Sekolah Dambaan Sejuta Umat
Share it

ASWAJADEWATA.COM – Sekolah di luar negeri merupakan dambaan setiap orang, hampir setiap orangtua menginginkan yang terbaik untuk masa depan anaknya, menyediakan kehidupan yang layak untuk buah hati merupakan pekerjaan rumah yang sangat besar dan wajib dilakukan oleh setiap orangtua. Hal ini diwujudkan dengan memberikan pendidikan yang terbaik dan berkualitas.

Hampir seluruh orangtua mempunyai impian menyekolahkan anaknya di luar negeri. Selain menambah dan memperkaya ilmu, pertimbangan orangtua dikarenakan anak akan lebih mandiri, dan pastinya akan menguasai bahasa asing yang akhirnya akan menjadi nilai tambah untuk karirnya kelak. Namun, untuk sekolah di luar negeri bukan perkara yang mudah, diperlukan persiapan matang terutama dalam hal keuangan, oleh sebab itu kedewasaan orangtua dalam melakukan perencanaan sejak dini serta menerapkan disiplin keuangan merupakan salah satu kunci  dalam keberhasilan mewujudkan impian.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata kenaikan biaya pendidikan di Indonesia meningkat sebesar 10–20 persen setiap tahun. Dan sejumlah guru juga menyebutkan biaya masuk sekolah tiap tahun naik sekitar 10%. Contoh di Indonesia, jika masuk TK saat ini dikenakan biaya Rp.5.000.000, maka tahun depan akan meningkat menjadi Rp.5.500.000. Walaupun biaya makin meningkat, masyarakat harus bisa menerima, karena untuk mencetak anak yang unggul diperlukan biaya yang tidak kecil. Sedangkan contoh  di luar negeri, banyak orang berlomba–lomba ingin kuliah di Eropa, dikarenakan biaya kuliah di sana lebih murah dibanding Amerika. Di Inggris misalnya, program master dapat diselesaikan dalam satu tahun yang seharusnya ditempuh selama dua tahun. Berdasarkan info teman penulis yang belajar di sana, salah satu contohnya di Universitas Cambrige, di sana dapat menyelesaikan gelar master “Administrasi bisnis” dalam kurun waktu 12 bulan kuliah penuh, dengan biaya lebih murah dibandingkan di Universitas Harvard di Amerika Serikat.

Selain keuangan, orangtua juga harus melatih anak untuk disiplin dan mandiri, jangan sampai ketika sudah berada di negara orang, anak masih belum mandiri dan belum bisa mengurus diri sendiri, ditambah dengan bahasa yang berbeda dan perbedaan iklim, alhasil kosentrasi belajarnya terganggu.  Seandainya memilih sekolah di negara yang memiliki beberapa musim, contoh saja di Eropa yang memiliki 4 musim, yaitu musim panas (Summer), musim gugur (Autum), musim dingin (Winter), musim semi (Spring), dijamin akan minta pulang alias tidak betah karena alasan bla… bla… bla…, padahal bukan musim sebabnya, melainkan  tidak terbiasa hidup sendiri dan melakukan pekerjaan sendiri.

Tapi bagaimana kalau orangtua yang hanya memiliki anak semata wayang, siap secara financial tetapi secara psikologis tidak siap berjauhan hidup ribuan kilometer, sedangkan buah hati memiliki impian sekolah di luar negeri? terutama sang Ibu. Ya… pastinya, tidak akan berhasil, karena doa dan keikhlasan Ibu sangat mujarab untuk kesuksesan anaknya kelak.

Satu lagi yang harus orangtua lakukan ketika ingin menyekolahkan anak keluar negeri, memberi dorongan kepada buah hati untuk mau berbaur dengan kehidupan lokal karena hal itu penting untuk keberlangsungan kehidupan mereka di sana. (dds)

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »