Friday 07th October 2022,

Semua Agama itu Sama: Pandangan KH. Nawawi Sidogiri dan KH. Dhofir Munawar Sukorejo

Semua Agama itu Sama: Pandangan KH. Nawawi Sidogiri dan KH. Dhofir Munawar Sukorejo
Share it

ASWAJADEWATA.COM |

Oleh: Muhammad Taufiq Maulana

“Semua agama itu sama” atau “Semua agama itu benar”. Pernyataan ini sempat heboh dan membingungkan bagi sebagian orang, karena memunculkan keraguan terhadap kebeneran agama sendiri.

Sebagian ada yang merespon dengan klaim sesat dan kafir kepada orang yang menyatakan statemen tersebut.
Untuk menjawab kebingungan ini, saya menampilkan pendapat dua ulama ‘alim ‘allamah. Yaitu KH. Dhofir Munawar Sukorejo dan KH. Nawawi Sidogiri. Lahumal fatihah.

KH. Dhofir Munawar Sukorejo berpendapat, “Orang yang mengatakan semua agama sama dengan pengertian bahwa agama semuanya benar adalah murtad. Sebab Alquran sudah jelas menyatakan bahwa agama yang diridoi oleh Allah hanya agama Islam”. Pendapat ini didasarkan kepada pendapat ulama berikut:
اِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللّٰهِ الْاِسْلَامُ اي لادين مرضى عند الله تعالى سوى الا سلام (الالوسى/106)
أو لم يكفر من دان بغير الاسلام كالنصارى، أو شك في كفرهم (مغنى المحتاج 4/135)
(Sumber: Kalimat Rais ‘Am Ma’had Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, 6 Rabiul Awal 1403 H)

KH. Nawawi Sidogiri menyampaikan pendapatnya, “Mengatakan “Semua agama itu benar” adalah perkataan yang mengandung banyak penakwilan, yang menurut zahirnya perkataan itu bisa berakibat kufur bagi yang mengatakannya.

“Jika yang dimaksud “sama” itu adalah sama benar secara hakiki menurut pandangan Allah, maka perkataan itu tidak dibenarkan sama sekali, bahkan bisa membuat kufur bagi yang mengatakan,” tegasnya.

“Dan bila yang dimaksud “sama” itu adalah semisal sama-sama diakui pemerintah, seperti Agama Nasrasni (Kristen) Yahudi, Hindu dan Budha di Indonesia, atau sama-sama mengayomi terhadap umat agar tidak berbuat kerusakan di bumi; atau sama-sama mengajak orang untuk berbuat baik dan mengajak pada kebaikan (kebaikan yang sifatnya di dunia atau kebaikan duniawi saja), berperilaku baik pada orang lain, dan lain sebagainya, maka hal itu tidak sampai berakibat kufur bagi yang mengatakannya,” jelasnya kemudian.

Wal-Lahu a’lam bis-shawab.

(Sumber: Di Manakah Allah? Bunga Rampai Dialog Iman-Ihsan)

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »