Monday 01st June 2020,

Sikap Nabi yang So Sweet Banget pada Aisyah  

Sikap Nabi yang So Sweet Banget pada Aisyah   
Share it

 ASWAJADEWATA.COM

“Suatu ketika Siti Aisyah dicengkram rasa khawatir. Hingga menjelang shubuh ia tidak menjumpai suaminya tersebut tidur di sebelahnya. Dengan gelisah Aisyah pun mencoba berjalan keluar. Ketika pintu dibuka, Aisyah terbelalak kaget. Rasulullah sedang tidur di depan pintu. “Mengapa Nabi tidur di sini?” “Aku pulang larut malam. Karena khawatir mengganggu tidurmu, aku tak tega mengetuk pintu. Itulah sebabnya aku tidur di depan pintu,” Jawab Nabi.”

Pemahaman pertama

Sebagai isteri yang aktifitasnya lebih banyak di ruang rumah tangga dan suami yang aktifitasnya sering kali sibuk diluar rumah, tentu sudah semenstinya seorang istri mengkhawatirkan suaminya yang berada di luar.

Kekhawatiran merupakan wujud perhatian yang paling dalam, meski terkadang tidak diketahui oleh mata. Perhatian itu tidak harus berupa sikap atau ucap yang tampak. Banyak orang salah menilai, orang yang mencintai dirasa tidak memiliki perhatian pada dirinya, padahal orang yang mencintai perhatian. Hanya saja wujud perhatiannya berupa kekhawatiran, sementara kekhawatiran terletak di dalam hati dan pikiran. Apa lagi orang yang khawatir tersebut memiliki tipe yang kuat menahan apa saja yang dirasakan hati dan pikirannya. Itu sangat sulit diketahui.

Kekhawatiran pada orang yang dicintai ada dua macam. Pertama, khawatir orang yang dicintai ditimpa sesuatu. Semisal, ketika orang yang dicintai bepergian, khawatir terjadi kecelakaan di jalan, dirampok, dan lain sebagainya. Kekhawatiran semacam ini memang seharusnya dirasakan oleh setiap orang kepada orang yang dicintai. Sebab hal ini menunjukkan kecintaan, kerinduan, dan rasa tidak ingin kehilangan seseorang yang dicintai.

Kedua, khawatir orang yang dicintai melakukan “main hati”. Semisal, ketika orang yang dicintai bepergian, khawatir di jalan bertemu dengan seseorang atau memang ada janji dengan orang lain, bahasa tepatnya selingkuh. Pertanyaannya, bolehkah kekhawatiran semacam ini? Jawbannya, tergantung pada orang yang dicintai; apakah dia bisa dipercaya atau tidak. Atau, melihat kelakuan dan tipenya; apakah memiliki tipe suka main hati atau tidak.

Tentang macam yang kedua ini sebenarnya juga tergantung pada orang yang mencintai; dia pasrah atau tidak. Karena ada orang yang memiliki tipe kekhawtiran yang kelewatan, atau yang disebut kecuriagaan. Sehingga, ketika orang yang dicintai bepergian dia tetap curiga, meski orang yang dicintai itu bisa dipercaya.

Sebaliknya, ada orang yang pasrah, dia sangat percaya ketika orang yang dicintai bepergian meski ternyata orang yang dicintai itu sering kali bepergian untuk bertemu dengan orang lain (selingkuh). Orang yang seperti ini biasanya memiliki prinsip, buat apa curiga? Curiga itu hanya akan membuat hati tak tentram. Jika memang benar, suatu saat Allah pasti akan membuktikannya.

Pemahaman kedua

Sebagai seorang suami yang menjadi pemimpin di dalam rumah tangga, sudah seharusnya memperhatikan keberadaan rumah tangga, terutama keberadaan istri. Lantas karena menjadi pemimpin, ingin bertindak sesukannya sendiri sehingga tidak memperhatikan istri. Justru karena menjadi pemimpin harus berhati-hati dalam menentukan sikap kepada orang yang dipimpin. Jangan sampai orang yang dipimpin merasa tidak nyaman karena sikap pemimpinnya.

Apa yang dilakukan Nabi dalam peristiwa di atas, merupakan teladan yang harus dicontoh oleh seorang suami yang menjadi pemimpin dalam rumah tangga. Sikap Nabi tersebut mencontohkan agar mendahulukan kepentingan istri dari pada suami, agar tidak mengganggu ketenangan istri, agar tidak memaksa istri, agar tidak merasa tidak dihargai oleh istri ketika isteri tidak bisa melayani dengan baik, agar tidak merasa tidak diperhatikan oleh istri ketika isteri benar-benar tidak mampu, dan agar tidak egois terhadap istri. Terakhir ini yang paling penting.

Pemahaman ketiga

Sebagai pasangan suami isteri harus saling perhatian. Perhatian bisa diwujudkan dengan pengertian. Pengertian hanya bisa diwujudkan dengan  menghilangkan keegoisan. Jika perhatian selalu menjadi dasar rumah tangga, pasti setiap sikap dan ucap yang terpancar dari suami isteri akan selalu so sweet banget, sebagaimana yang tercermin dari peristiwa Nabi di atas.

Tonton Aisyah Istri Rasulullah di yutub Aswaja Dewata https://www.youtube.com/watch?v=zZRMUY0VzIA

(Gus Tama)

Leave A Response


Translate »