Sunday 26th June 2022,

Sukorejo dalam Aksara Arab Pegon

Sukorejo dalam Aksara Arab Pegon
Share it

ASWAJADEWATA.COM |

Nama besar Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo sudah tidak diragukan lagi. Dari masa ke masa eksistensi pesantren ini terus menunjukkan peran dan fungsinya di tengah-tengah masyarakat, bangsa dan negara.

Sebagai pesantren salaf yang masih identik dengan tradisi penulisan akasara Arab, baik dalam bahasa Arab maupun bahasa lainnya dengan menggunakan huruf Arab (Pegon), penulisan nama Sukorejo pun populer ditulis dengan huruf Arab pegon.

Namun demikian, setiap masa memiliki versi berbeda dalam setiap penulisannya. Setidaknya terdapat 5 versi penulisan Sukorejo dalam aksara Arab Pegon yang berbeda. Ada dugaan bahwa penulisan tersebut dipengaruhi oleh dialek bahasa dan ejaan dari huruf latin yang mengalami penyempurnaan dari masa ke masa.

  1. Pada masa penjajahan, wilayah di sekitar pesantren ditulis dalam ejaan van Ophuisjen dengan “Soekaredja”. Maka tak heran jika di masa ini penulisan dalam versi Arab Pegon menjadi “سوكارجا”
  2. Dalam berbagai kesempatan Kiai As’ad seringkali menyerat instuksi kepesantrenan dan karya-karyanya dalam bahasa Madura. Dalam dialek bahasa Madura wilayah pesantren dikenal dengan nama “Sokarajjeh”. Maka bentuk penulisan dalam aksara Arab Pegon menjadi “سوكرجه”
  3. Setelah diberlakukan ejaan Republik/ejaan Soeandi, gaya penulisannya menjadi “Soekoredjo”, dan ditulis dalam aksara Arab Pegon menjadi “سوكورجو”
  4. Mengingat dalam bahasa Arab tidak ada dialek “jo”, Syaikh Dhofir Munawar menulis “Sukoredjo” dalam aksara Arab Pegon menjadi “سكرجا”
  5. Setelah masa penyempurnaan EYD dan EBI penulisannya menjadi “Sukorejo”, yang dalam aksara Arab Pegon ditulis “سوكرجو”.

Dari beragam gaya penulisan tersebut akhirnya diupayakan penyeragaman dengan tanpa mengurangi rasa hormat dan ta’dhim kepada seratan para masyayikh Sukorejo terdahulu. Digunakanlah penulisan huruf Arab Pegon “سوكرجو” sebagai satu bentuk penyeragaman. Salah satu wujud merawat tradisi pesantren di tanah babatan yang penuh keberkahan.

Oleh: Ainun Najib, Asatidz/Dosen PP. Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo

 

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »