Friday 24th May 2024,

Syaikhuna Cholil Bangkalan dan Sikap atas Kolonialisme-Kapitalisme Global

Syaikhuna Cholil Bangkalan dan Sikap atas Kolonialisme-Kapitalisme Global
Share it

ASWAJADEWATA.COM |

Salah seorang guru para ulama pendiri NU, Syaikhuna Cholil Bangkalan, sudah memberikan arahan dan haluan menyangkut sikap para kiai-ulama terhadap kolonialisme-kapitalisme.

Dalam satu surat yang ditujukan kepada beliau, Kiai Hadji Halil, dessa Kapook, Bangkalan”, dari “Balandah Soerabaja”, pada bulan Ramadlan 1316 atau Januari 1899, terdapat catatan dengan tulisan Jawa pegon dan Arab di bagian atas cover surat tersebut:

“Punika dongane methug ing maling: Allahumma inna hadza lishshun sariqun faqtha’ yadahu wa rijlahu”

(Inilah doa kalau bertemu dengan maling: Ya Allah ini adalah perampok-maling, maka potonglah tangan dan kakinya).

Cover surat tersebut tercetak atas nama “Scheepsagentuur voorheen J. Daendels & Co.”, yang merupakan agen perkapalan terkenal milik kapital Belanda yang melayani urusan pelayaran, pengiriman barang dan pengangkutan penumpang antar pulau dan benua akhir abad 19 dan awal abad 20.

Kiai Wachid Hasjim di tahun 1951 sudah berbicara membongkar monopoli kapitalisme pelayaran ini yg merugikan kedaulatan ekonomi Nasional Nusantara.

Sebutan Kompeni-kapitalis sebagai “perampok-maling, maka potonglah tangan dan kakinya” juga diangkat oleh dokter Satiman Wirjosandjojo dalam Kongres Kebudayaan pertama di Solo tahun 1919 yg mengangkat tema “ilmu kanuragan” sebagai bekal orang Jawa merdeka dari penjajahan… lihat buku Pesantren Studies 2B..

Apakah dokter Satiman, pendiri Jong Java ini, pernah belajar dan berguru kepada Syaikhuna Cholil terkait sikap anti-kolonial ini? wallahua’lam …

lahumal Fatihah …

 

Oleh: Ahmad Baso

 

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »