Monday 10th August 2020,

Sesama Alumni Pesantren, Kita adalah Saudara

Sesama Alumni Pesantren, Kita adalah Saudara
Share it

ASWAJADEWATA.COM |

KH. Hassan Ahsan Malik cicit dari KH. Hasan Genggong merasa senang melihat acara peringatan Maulid Nabi Muhammad yang dihadiri oleh ratusan peserta dari pelbagai alumni pesantren. Beliau bersyukur dengan adanya kebersamaan tersebut. Dan berharap, kebersamaan itu membuat bangga para leluhur atau sesepuh dari masing-masing pesantren.

“Kekompakan seperti ini semoga bisa membuat leluhur kita bangga,” kata Kiai Hassan Ahsan Malik Genggong saat mengisi acara Maulid Nabi yang diadakan oleh perkumpulan alumni Ponnpes Genggong (Tanaszaha Bali), di Masjid Nurul Yatim, Kuta, Badung pada Selasa, (3/12), malam hari

Karena sejatinya, hubungan antar pesantren seperti Ponpes Genggong dengan Pondok Pesantren Nurul Jadid, juga Ponpes Sukorejo (Salafiyah-Syafi’iyah), Ponpes Saletreng (Sumber Bunga), Ponpes Sidogiri, dan Ponpes-ponpes yang lain masih tersambung dan ada ikatan. “Yakni tersambung keilmuannya dengan Rasulullah SAW,” jelasnya.

Secara nasab atau keturunan ponpes-ponpes tersebut juga ada ikatan. Dirinya, Kiai Hassan Ahsan dan Moh. Hasan Maulana serta saudara-saudara yang lain telah mencari silsilah ketersambungan nasab tersebut.

“Alhamdulillah, seperti Genggong dengan Nurul Jadid, Kiai Zuhri dan Kiai Mutawakkil adalah empat pupu. Genggong dengan Sukorejo juga tersambung secara nasab,” tambah Kiai Hassan.

Kiyai Hassan yang juga cicit dari Ulama besar Jawa Timur mengisahkan bagaimana akhlaq para ulama terdahulu yang tidak saling merasa lebih tinggi dan besar, melainkan saling menghormati. “Tidak ada ulama dulu yang merasa paling tinggi,” pesannya.

Penulis: Wandi Abdullah
Foto: Sabriyanto
Editor: Dadie W. Prasetyoadi

Leave A Response


Translate »