Saturday 25th September 2021,

Bali Sufi Gathering Libatkan Seniman Lintas Agama

Bali Sufi Gathering Libatkan Seniman Lintas Agama
Share it

ASWAJADEWATA.COM | BADUNG

Komunitas seniman dan budayawan yang terkumpul dalam Bali Sufi Gathring (BSG) dengan tema “Ocean of Love” yang artinya “Samudra Cinta” mengadakan pertunjukan berupa tari dari Banjar Segara yaitu Puspanjali, Tari Rodat dari kampung Muslim Gelgel Kelungkung, Reog Ponorogo Sardulo Mbalelo, Gubuk Sufi Malang, Mas Anjar Duta Jakarta, Wayang Kulit Banyuwangi, Bapak Gembong dari Malang, grup Debu Jakarta, Tebo Aumbara, Bhismo Kunokini, Yoyok Harness dan Ras Muhamad di Pantai Jerman, Tuban, Kuta, Bali, Kamis, 20 Februari 2020.

Tarian Dervish ditampilkan oleh Gubug Sufi, Malang

Kegiatan yang dihadiri Ras Muhamad, Duta Regge Indonesia dan Mustafa Debu. Dalam sambutannya, Mustafa vokalis grup musik Debu mengapresiasi kegiatan tersebut. Utamanya, pertunjukan tari Rodat.

“Tampilan Rodat luar biasa. Bisa kita rekam lagu-lagunya. Sangat luar biasa . Saya berharap jangan patah semangat. Dilanjutkan terus,” puji Mustafa.

Yoyok, direktur BSF menjelaskan sekilas sejarah tari seni Rodat. Menurutnya, Rodat terinspirasi dari pasukan di Kerajaan Gelgel yang berjumlah 40 orang. Dalam tugasnya, sebagai prajurit membela agama dan negara.

Hal ini terlihat dari gerak gaya Seni Rudat dari Kampung Gelgel yang dipentaskan, terlihat berpakaian rapi seperti prajurit, gerak silat seperti sedang berperang.

Dalam pengantarnya, pemandu Tari Rodat Gelgel mengatakan, “Tari Rodat terinspirasi dari 40 Prajurit Elit Islam yang mengiringi Raja Gelgel sekembalinya dari Majapahit.

“Yang dikemas dengan gerak tari suara dan tabu dengan lirik syair pujian kepada Allah dan Shalawat Nabi dan motivasi. Diiringi tabuan Islam dan Bali. Dengan semangat Religius, estetika, patriotisme dan kebersamaan,” kata pemandu Tari Seni Rodat saat memberikan pengantar sebelum pementasan.

Acara Bali Sufi Gathering menurut pengakuan Yoyok, Direktur BSF, pertama kali diselenggarakan di Bali dan kedua se Indonesia setelah Aceh. Harapannya, dari kegiatan ini terbangun kesadaran kebersamaan dan kepedulian antar sesama.

“Kita mengambil tema “Ocean of Love” yang artinya, dengan harapan getaran-getaran dari pertunjukan musik, dengan tarian-tarian tadi membuat gelombang besar penyadaran kepada diri sendiri (buana alit), menjadi gelombang positif, kepada sesama manusia, sesama umat seagama, sesama umat lain agama, terlebih khusus negara yang kita cintai NKRI,” harap Yoyo saat memberi sambutan.

Ras Muhamad menegaskan pernyataan diatas, baginya, “Dalam keberagaman kita menemukan suatu kekuatan”.

Baca juga:

Ras Muhamad Yakini Ada Kekuatan Dalam Keberagaman

Kegiatan BSF tidak hanya memantik wisatawan lokal, namun wisatawan asing juga cukup antusias mengikuti pertunjukan tersebut. Hal ini terlihat ketika mereka tidak melewatkan setiap pertunjukan seni yang ditampilkan dengan mendokumentasikannya.

Nyoman Water, Kepala Lingkungan Banjar Segara, Kuta

Kepala Lingkungan Banjar Segara, Nyoman Water berharap, kegiatan BSF bisa menarik para wisatawan untuk berkunjung ke Pantai Jerman. “Kami sangat senang dan sangat mendukung kegiatan ini. Semoga bisa menambah para pengunjung dengan adanya kegiatan ini,” harapnya.

Begitupun Niluh Gede Sri Mediastuti, Anggota DPRD Badung Komisi IV, terus berupaya meningkatkan kualitas Pantai Jerman, agar indah dan bersih. Dirinya, juga telah berupaya untuk mendapat dukungan dari pemerintah. “Dan syukur, kemarin Bupati langsung terjun kesini dan tidak lama kemudian memberikan bantuan,” katanya.

“Dengan adanya kegiatan BSF ini, kami sangat antusias dan sangat mendukung,” tambahnya.

Penulis: Wandi Halona
Editor: Dadie W. Prasetyoadi

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »