Sunday 24th January 2021,

Banjir Awal 2020 Akibat Kita Terlalu Disibukkan Ujaran Agama

Banjir Awal 2020 Akibat Kita Terlalu Disibukkan Ujaran Agama
Share it

ASWAJADEWATA.COM |

Sungguh memprihatinkan jika kita melihat kondisi beberapa daerah di tanah air yang tengah dilanda banjir. Ibukota negara Jakarta adalah salah satu daerah yang mengalami banjir sampai menelan korban jiwa dan harta.

Terlepas dari takdir Tuhan, kiranya kita perlu  introspek diri mengapa banjir di awal tahun 2020 ini berlangsung sangat parah. Takdir Tuhan tidak begitu saja terjadi tanpa ulah manusia. Karena Tuhan sudah memberi ketetapan tentang hukum sebab-akibat.

Salah satu sebab yang mengakibatkan banjir melanda tanah air, yaitu karena kita terlalu disibukkan  dengan polemik ujaran agama antar sesama warga bangsa. Terlebih di sepanjang tahun 2019, saat agama terseret-seret menjadi amunisi politik. Semuanya berujar agama. Bahkan orang yang tak paham agama, ikut-ikutan layaknya seorang ahli agama.

Kesibukan dan keributan ujaran agama telah melalaikan sebagian besar kita akan resiko bencana banjir tahun ini yang siap datang akibat perubahan iklim yang tidak lagi mudah diprediksi. Banjir ini sebagai ujian sekaligus teguran keras dari Yang Maha Kuasa. Disaat kita sibuk dan ribut masalah agama dan politik, tak sadar upaya memperhatikan lingkungan pun akhirnya terabaikan.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Ahmad Baso dalam status facebooknya, “Jakarta tidak butuh penceramah atau meme atasi banjir. Lihat saja Amsterdam, sebuah kota yang terletak di bawah  garis permukaan laut. Tapi punya segudang orang pintar yang tahu cara mengatasi banjir hingga tiap tahun kota besar itu bisa tetap kering.
Jakarta bukannya tidak punya. Banyak sarjana hingga PhD. Tapi ya… sudahlah. Tidak ada yang mengambil pelajaran”

Apa yang disampaikan Ahmad Baso benar adanya. Penceramah agama yang sering kali menjadi sebab polemik ujaran agama telah melalaikan kita dalam memperhatikan dan peduli lingkungan, dengan memanfaatkan para ahli dan kompeten.

Padahal Jakarta merupakan gudang para ahli untuk mengantisipasi banjri yang melanda negeri saat ini. Andai saja, para pemimpinnya tidak ikut sibuk dalam ujaran agama, dan lebih memanfaatkan orang-orang yang ahli itu untuk mengantisipasi banjir, mungkin banjir tidak menjadi separah saat ini.

(TM)

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »