Sunday 26th June 2022,

Dalil Berdoa dengan Perantara

Dalil Berdoa dengan Perantara
Share it

ASWAJADEWATA.COM |

Allah tidak memerlukan perantara. Dalam berdoa langsung minta kepada Allah, bukan melalui wasilah atau perantara.

Ya, betul. Tapi menggunakan perantara bukan berarti dilarang. Berikut dalil hadis dan Amaliah ulama Salaf tentang berdoa kepada Allah dengan perantara orang lain:

  1. Hadis Sahih Muslim

ﻋﻦ ﻋﻤﺮ ﺑﻦ اﻟﺨﻄﺎﺏ، ﻗﺎﻝ: ﺇﻧﻲ ﺳﻤﻌﺖ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳﻘﻮﻝ: «ﺇﻥ ﺧﻴﺮ اﻟﺘﺎﺑﻌﻴﻦ ﺭﺟﻞ ﻳﻘﺎﻝ ﻟﻪ ﺃﻭﻳﺲ، ﻭﻟﻪ ﻭاﻟﺪﺓ ﻭﻛﺎﻥ ﺑﻪ ﺑﻴﺎﺽ ﻓﻤﺮﻭﻩ ﻓﻠﻴﺴﺘﻐﻔﺮ ﻟﻜﻢ»

Dari Umar bin Khattab bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda: “Sebaik Tabiin adalah seorang yang bernama Uwais. Ia punya ibu dan ada tanda kulit berwarna putih. Perintahkan padanya agar ia memintakan ampunan untuk kalian” (HR Muslim)

Kalau berdoa dengan perantara dilarang mengapa Nabi menyuruh para Sahabat yang berjumpa dengan Uwais al-Qarni untuk minta didoakan ampunan? Mikir.

  1. Kitab Al-Mustadrak Al-Hakim

ﻛﺎﻥ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﻃﻠﺤﺔ ﻣﻦ اﻟﺰﻫﺎﺩ اﻟﻤﺠﺘﻬﺪﻳﻦ ﻓﻲ اﻟﻌﺒﺎﺩﺓ، ﻭﻛﺎﻥ ﺃﺻﺤﺎﺏ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳﺘﺒﺮﻛﻮﻥ ﺑﻪ ﻭﺑﺪﻋﺎﺋﻪ

Muhammad bin Thalhah (Tabiin) termasuk orang yang Zuhud dan orang yang bersungguh-sungguh dalam ibadah. Para Sahabat Nabi shalallahu alaihi wa sallam mencari berkah dengannya dan doanya.

Kalau berperantara dalam doa mengapa para Sahabat bertabarruk doa dengan Tabiin, padahal dari segi masa lebih utama para Sahabat dibanding Tabiin.

  1. Kitab-kitab Al-Hafidz Adz-Dzahabi. Kalau membuka kitab sejarah para ulama Salaf tidak akan muat untuk ditulis di sini.

ﻓﻘﺎﻝ اﺑﻦ ﺑﺸﻜﻮاﻝ: يحيى بن مجاهد ﺯاﻫﺪ ﻋﺼﺮﻩ ﻭﻧﺎﺳﻚ ﻣﺼﺮﻩ اﻟﺬﻱ ﺑﻪ ﻳﺘﺒﺮﻛﻮﻥ، ﻭﺇﻟﻰ ﺩﻋﺎﺋﻪ ﻳﻔﺰﻋﻮﻥ. ﻛﺎﻥ ﻣﻨﻘﻄﻊ اﻟﻘﺮﻳﻦ ﻣﺠﺎﺏ اﻟﺪﻋﻮﺓ ﺟﺮﺑﺖ ﺩﻋﻮﺗﻪ ﻓﻲ ﺃﺷﻴﺎء ﻇﻬﺮﺕ

Ibnu Basykual berkata tentang Yahya bin Mujahid: “Ia orang yang Zuhud di masanya, ahli ibadah di negerinya, mereka mencari berkah dengan dan berebut doanya. Ia terputus dari temannya, doanya terkabul, dan manjur doanya dalam banyak hal (Siyar A’lam An-Nubala, 12/285)

ﻫﻮ ﺃﺑﻮ ﺣﻔﺺ اﻟﻤﺎﻭﺭﺩﻱ اﻟﻔﺎﻣﻲ اﻟﺰاﻫﺪ اﻟﻔﻘﻴﻪ ﻛﺎﻥ ﻛﺜﻴﺮ اﻟﻌﺒﺎﺩﺓ ﻭاﻟﻤﺠﺎﻫﺪﺓ ﻭﻛﺎﻥ اﻟﻤﺸﺎﻳﺦ ﻳﺘﺒﺮﻛﻮﻥ ﺑﺪﻋﺎﺋﻪ.

Abu Hafsh Al-Mawardi Al-Fami, ia Zuhud dan ahli fikih. Banyak beribadah dan mujahadah. Para Masyayikh mencari berkah dengan doanya (Siyar A’lam An-Nubala, 13/285)

ﻭﻛﺎﻥ حماد بن عمار ﺭﺟﻼ ﺻﺎﻟﺤﺎ ﺯاﻫﺪا ﻭﺭﻋﺎ، ﺷﻬﺮ ﺑﺈﺟﺎﺑﺔ اﻟﺪﻋﻮﺓ، ﻛﺎﻥ اﻟﺨﻠﻖ ﻳﻘﺼﺪﻭﻧﻪ ﻭﻳﺘﺒﺮﻛﻮﻥ ﺑﻪ ﻭﻳﺴﺄﻟﻮﻧﻪ اﻟﺪﻋﺎء

Hammad bin Ammar adalah orang yang saleh, Zuhud dan wira’i. Terkenal dengan doa yang terkabul. Manusia datang kepadanya mencari berkah dan meminta doa kepadanya (Tarikh Islam, 8/518)

Kalau masih membantah “Tapi Nabi Tidak Melakukan”? Baik kita jawab bahwa Nabi pernah minta didoakan kepada Sayidina Umar:

ﻋﻦ اﺑﻦ ﻋﻤﺮ، ﺃﻥ ﻋﻤﺮ اﺳﺘﺄﺫﻥ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻓﻲ اﻟﻌﻤﺮﺓ ﻓﺄﺫﻥ ﻟﻪ. ﻓﻘﺎﻝ: ” ﻳﺎ ﺃﺧﻲ ﺃﺷﺮﻛﻨﺎ ﻓﻲ ﺻﺎﻟﺢ ﺩﻋﺎﺋﻚ ﻭﻻ ﺗﻨﺴﻨﺎ “

Dari Ibnu Umar bahwa Umar meminta izin kepada Nabi shalallahu alaihi wa sallam untuk umrah dan Nabi memberi izin. Nabi bersabda: “Wahai Adikku. Sertakan kami dalam doa terbaikmu, dan jangan lupakan kami” (HR Ahmad, Tirmidzi dan lainnya)

Itu kan daif? Terlalu banyak hadis yang menjelaskan bahwa orang yang haji atau umrah dikabulkan doanya.

Makanya belajar Islam jangan melalui poster. Ilmu dalam Islam sangat luas.

Kalau masih belum menerima dalil-dalil di atas, ya sudah nanti kalau sakit cukup langsung berdoa meminta kesembuhan pada Allah, karena Allah tidak memerlukan perantara!!!

Oleh: KH. Ma’ruf Khozin

 

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »