Wednesday 25th November 2020,

Dari Santri Hingga Entrepreneur, 7 Anak Muda Staf Khusus Presiden

Dari Santri Hingga Entrepreneur, 7 Anak Muda Staf Khusus Presiden
Share it

ASWAJADEWATA.COM |  JAKARTA

Hasil Pilpres lalu menunjukkan bahwa segmen usia millenial (dibawah 40 tahun) pemilih pasangan Jokowi-Ma’ruf lebih unggul dibanding pasangan Prabowo-Sandi. Hal tersebut menunjukkan kalangan ini memiliki kepedulian dan harapan besar terhadap pemerintah ke depan dapat mewakili aspirasi dan suara mereka.

Presiden Jokowi yang mengetahui realita itu rupanya merasa perlu memberi kesempatan dan fasilitas agar ide dan kreatifitas generasi millenial dapat terakomodir, sehingga dapat turut serta memberi sumbangsih dan mewarnai jalannya pemerintahan yang dipimpinnya.

Setelah dipilihnya beberapa menteri yang berasal dari kalangan millenial, selanjutnya Presiden juga melibatkan tujuh anak muda untuk menjadi staf khusus kepresidenan di berbagai bidang.

Langkah ini diambil Presiden dengan maksud agar mereka dapat membantu memberi gagasan-gagasan inovatif dan segar seperti yang disampaikannya saat pidato pelantikan.

“Ketujuh anak muda ini akan menjadi teman diskusi saya, memberikan gagasan-gagasan segar yang inovatif, out of the box, yang melompat untuk dapat mengejar kemajuan, menjadi jembatan saya dengan anak muda, santri muda, diaspora Indonesia yang tersebar di berbagai tempat untuk membangun bangsa ini.” kata Presiden.

Berikut nama-nama mereka yang terpilih dan diperkenalkan ke publik di Istana Negara (21/11)

1. Adamas Belva Syah Devara
Berumur 29 tahun, double degree S2 lulusan Harvard dan Stanford. “Kita kenal Mas Belva adalah pendiri dan CEO Ruangguru. Masuk ke Forbes 30 under 30, juga mendapatkan medali emas dari Lee Kuan Yew,” jelas Jokowi.

2. Putri Tanjung
Berusia 23 tahun, kiprahnya dikenal sebagai entrepreneur dan menjadi CEO di Creativepreneur. “Jebolan sarjana Academy of Arts di San Fransisco, kita dengar kiprahnya,” ujar Jokowi.

3. Andi Taufan Garuda Putra
Berusia 32 tahun, lulusan Harvard Kennedy School dan bergerak di sektor entrepeneurship. Selama ini dikenal sebagai CEO Amarta Microfintceh.

4. Ayu Kartika Dewi
Berusia 36 tahun, selama ini dikenal sebagai pendiri dan mentor lembaga Sabang Merauke 1000 anak bangsa. “Memiliki misi merekatkan persatuan di tengah kebhinekaan,”ujarnya.

5. Billy Mambrasar
Berusia 31 tahun, putra Papua yang menempuh pendidikan di Oxford. “Billy talenta hebat tanah Papua, yang kita harapkan berkontribusi dengan gagasan inovatif CEO Kitong Bisa.”

6. Angkie Yudistia
Berusia 32 tahun, meski berlatar belakang sebagai penyandang disabilitas, Angkie selama ini dikenal memiliki semangat untuk terus berkembang. “Aktif bergerak di sociopreneur melalui Disable Enterprise , saya minta Angki menjadi jubir presiden bidang sosial.”

7. Aminuddin Maruf
Berusia 33 tahun, memiliki latar sebagai santri dan pernah menjadi ketua PMII. “Mas Aminuddin saya minta keliling pesantren untuk tebar gagasan inovasi baru. Saya yakin pesantren bisa lahirkan talenta hebat untuk majukan bangsa.”

(dad)

 

 

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »