Saturday 28th November 2020,

Hari Santri di Kota Denpasar Libatkan Ribuan Warga Nahdliyin

Hari Santri di Kota Denpasar Libatkan Ribuan Warga Nahdliyin
Share it

ASWAJADEWATA.COM | Kegiatan peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober tahun ini terasa semakin meriah di setiap daerah. Terlebih setelah disahkannya Undang-Undang Pesantren oleh DPR.

Tak ketinggalan pula di Bali, dimana mayoritas warga muslimnya adalah Nahdliyin. Berbagai kegiatan menyemarakkan hari  ditetapkannya peristiwa dikeluarkannya fatwa Resolusi Jihad oleh KH. Hasyim Asy’ari Rais Akbar Organisasi Nahdlatul Ulama itu, untuk melawan tentara Inggris dan Belanda yang mencoba masuk menguasai kota Surabaya, menjadi Hari Peringatan Nasional oleh Presiden Jokowi pada tahun 2015.

Denpasar sebagai ibu kota provinsi Bali memiliki jumlah masyarakat Muslim terbanyak diantara kabupaten lain. Berlokasi di lapangan Bajra Sandhi diadakan kirab santri dari berbagai pondok pesantren, sekolah dan TPQ guna memperingati hari bersejarah ini. Acara ini terselenggara atas kolaborasi berbagai pihak, antara lain POKJA TPQ, FKDT, PCNU Kota Denpasar, dan Kemenag Kota Denpasar.

Komang Sri Marheni, S.Ag., M.Si. Kepala Kantor Kemenag Denpasar

Kirab Santri yang dilepas oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Denpasar Komang Sri Marheni, S.Ag., M.S ini turut disaksikan Ketua PWNU Bali KH. Abdul Azis yang hadir dan berkenan memimpin do’a sebelum pelepasan para santri.

Kirab yang tidak saja hanya diikuti santri anak-anak ini namun juga para orang tua mereka, guru, ustadz dan ustadzah pengajar di lembaga-lembaga pendidikan tempat mereka belajar Agama Islam dan Al Qur’an. Rata-rata mereka yang adalah warga Nahdliyin ini pernah mengenyam pendidikan di Pesantren sehingga julukan santri tetap melekat dan menjadi keseharian mereka. Jumlah keseluruhan yang hadir pada sore itu menurut data panitia sekitar 15 ribu peserta.

Saat ditemui di lokasi acara, H. Pujianto, Ketua PCNU Kota Denpasar mengatakan, “Nahdlatul Ulama sendiri adalah bagian yang tidak terpisahkan dari santri. Karena apa? sebab NU dari dulu hingga sekarang tetap konsisten bahwasannya nilai terbesar kita ada pada pesantren, dimana di dalamnya ada para santri yang sangat getol dan militan untuk selalu tetap mempertahankan NKRI.”

Selain kirab santri, acara yang berlangsung sejak pagi hari tersebut diisi berbagai lomba serta penampilan kesenian dari para santri. Serta di ujung acara dilangsungkan penyerahan hadiah-hadiah pemenang lomba dan peserta kirab terbaik. (dad)

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »