Saturday 28th November 2020,

Harlah NU ke-96, Titik Awal Perjuangan Nahdliyin Millenial

Harlah NU ke-96, Titik Awal Perjuangan Nahdliyin Millenial
Share it

ASWAJADEWATA.COM – Pergolakan situasi politik dalam negeri jelang pesta demokrasi akbar Pilpres dan Pileg mestinya bisa disikapi dengan cerdas oleh setiap warga negara Indonesia. Bahkan tidak akan berlebihan jika disambut dengan gembira karena Pilpres kali ini adalah ajang memilih pemimpin Indonesia di era global yang paling kompleks dan penuh dengan pernik di tengah kondisi politik dunia yang terasa seperti permen dengan aneka rasa.

Suasana baru sangat mewarnai persaingan dua kandidat pasangan calon, belum lagi ditambah dengan partai-partai politik dalam menarik simpati para pemilih. Terlihat bagaimana kreatifitas timses  dan para pendukungnya sangat berperan mengangkat nilai yang ditawarkan dalam kemasan program dan janji masing-masing calon.

Kecanggihan teknologi di era sekarang menuntut setiap orang untuk menyelami dunia teknologi informasi secara total, layaknya menemukan sebuah dunia baru yang menyimpan banyak misteri dan menunggu kita agar mengeksplor lebih jauh.

Setiap generasi memiliki dunianya, dan generasi sekarang (millenial) juga teridentifikasi sebagai generasi yang sangat dimanjakan dan tergantung dengan kemajuan perkembangan teknologi. Lihat saja bagaimana setiap anak sulit dijauhkan dari gadget, mereka begitu akrab dengan perangkat-perangkat elektronik berbasis komputer yang terkoneksi dengan internet. Tidak saja untuk urusan sekedar bermain game, namun juga dalam proses pendidikan akademik mereka.

Begitu pula kaum dewasa yang menemukan berbagai kemudahan dalam segala hal pada setiap sendi kehidupan lewat kemajuan teknologi informasi ini. Dari mulai kemudahan komunikasi global hingga kebutuhan sehari-hari seperti berbelanja dan pembayaran tagihan bulanan. Sekaranglah saatnya jargon sebuah perangkat komunikasi ‘Dunia Dalam Genggaman’ menjadi sebuah kenyataan.

Fenomena yang dialami hampir seluruh umat manusia di muka bumi ini juga dirasakan oleh warga Nahdliyin. Tuntutan kebutuhan untuk dapat menggunakan aplikasi-aplikasi startup populer dan mengakses informasi terkini menjadi tinggi, apalagi di saat suasana politik dalam negeri menghangat seperti sekarang.

Generasi millenial NU mau tidak mau, suka tidak suka, harus terjun aktif berpartisipasi dalam konteks pembangunan SDM menyikapi situasi terkini di segala bidang. Pendidikan akademis, sosial politik dan budaya, ekonomi, dan teknologi harus segera dikuasai secara menyeluruh guna menyiapkan generasi siap pakai saat ‘Bonus Demografi’ Indonesia yang menurut prediksi  Badan Pusat Statistik (BPS) akan berakhir di tahun 2036, dimana saat itu ada tantangan baru yaitu jumlah penduduk berusia lanjut (lansia) akan bertambah 19 persen hingga tahun 2045.

Setelah masa itu, akan datang dimana Indonesia memasuki era ‘Generasi Emas’, yang menurut  Konaspi ke-7 di Universitas Negeri Yogyakarta tahun 2012, bahwa generasi yang diperkirakan memegang peranan penting di tahun 2045 terutama adalah peserta didik yang saat ini sedang duduk di SD, SMP dan SLTA, termasuk juga mereka yang sedang duduk di perguruan tinggi.

Karakter Generasi Emas 2045 meliputi dimensi sikap positif, pola pikir esensial, komitmen normatif dan kompetensi abilitas, berlandaskan IESQ. Karakter ini merupakan kekuatan utama untuk membangun NKRI secara efektif menjadi bangsa yang besar, maju, jaya dan bermartabat.

Bertepatan dengan Harlah NU ke-96 menjadi momen yang tepat dimana NU harus turut berkontribusi menyiapkan generasi ini melalui elemen-elemen yang dimiliki dalam pembentukan karakter SDM bangsa sesuai kebutuhan, yang tentunya harus berbekal azas-azas aswaja an nahdliyyah.

Institusi pendidikan berbasis pesantren adalah kekuatan NU dalam mencetak pribadi-pribadi berkarakter religius sekaligus nasionalis yang dibutuhkan bangsa ini dan siap pakai saat masa itu tiba. Sehingga perlu kiranya mendapat perhatian khusus dari semua stake holder yang berkaitan dengan proses pendidikan karakter dan berkiprah lebih jauh dalam mempercepat pembangunan SDM untuk Indonesia yang lebih maju, serta mampu bersanding dengan negara-negara maju lain untuk turut bersama-sama mewujudkan perdamaian dunia sesuai yang disebutkan dalam pembukaan UUD’45 seperti yang jadi cita-cita para pendiri NKRI.

Indonesia dengan segala komponen bangsanya termasuk NU sebagai salah satu organisasi massa terbesar akan menjadi sangat berpengaruh terhadap stabilitas dunia di masa yang akan datang, dapat menjadi sebuah kekuatan pendorong bagi tercapainya kemaslahatan umat manusia secara menyeluruh.

Semoga harapan pada tahun 2026 bertepatan dengan 100 tahun Nahdlatul Ulama bahwa generasi millenial NU ini siap lepas landas akan segera terwujud….Amiin

Penulis: Dadie W. Prasetyoadi S.Pd.

(Sekretaris LTN NU Prov. Bali)

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »