Saturday 28th November 2020,

Hijrahnya Seorang Wanita Non Muslim

Hijrahnya Seorang Wanita Non Muslim
Share it

ASWAJADEWATA.COM – Sebelum kita bahas lebih lanjut mengenai “Hijrah,” terlebih dahulu kita harus mengetahui apa itu hijrah.

Hijrah! Apa itu hijrah? Hijrah artinya berpindah. Namun pengertian hijrah bukan sebatas pindah. Namun, memiliki arti yang lebih luas. Sedangkan pengertian dari orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah SWT.

Apakah ada perbedaan antara pengertian hijrah dan hijrahnya seorang non muslim ke dalam Islam? Tentu “Tidak!”

Jika ada seorang non muslim baik itu Kristen, Budha, Hindu, Konghucu ingin hijrah ke Islam, maka hijrah nya menuju Islam harus di awali dengan mengucapkan kalimat syahadat yang berbunyi :

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ

وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ

yang artinya “Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa nabi Muhammad utusan Allah.”

Salah satu cara untuk memperkuat niat untuk berhijrah adalah dengan menemukan alasan yang paling kuat kenapa kita harus berubah. Dan itu ada di hati! Orang yang berhijrah tentulah tidak mudah, butuh proses dan kesabaran. Meluruskan niat merupakan hal yang paling utama dalam proses berhijrah. Sebagaimana Rasullulah bersabda :

إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

yang artinya “Sesungguhnya amal itu tergantung dengan niat.”

Ayat di atas mengandung arti bahwa segala sesuatu tergantung niatnya dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang diniatkan.

Hijrah itu tidak harus menutup diri, hijrah itu butuh proses. Kalau dari penampilan contohnya, seorang yang dulunya sering memakai celana pendek, kaos ketat ketika berhijrah dia memakai jilbab dan baju panjang yang longgar, itu sudah dinamakan hijrah, karena dia menuju perubahan yang lebih baik. Sedangkan dari ibadahnya, dulunya tidak mengenal huruf Arab, tidak bisa mengaji, dengan berhijrah dia belajar mengaji dan sholat.

Hijrah dengan niat yang salah akan membuat hijrah sia-sia, contohnya, berhijrah karena ingin menikah dengan lelaki muslim yang kaya atau memakai jilbab karena ingin dianggap baik, dsb. Tentunya hijrah seperti ini tidak akan berpengaruh kepada jasmani dan rohani.

Terkadang niat sudah tulus, keinginan sudah baik. Namun, masih susah untuk memulainya, karena bisa jadi lingkungan yang tidak mendukung. Kalau sebabnya dikarenakan itu, maka carilah dan berkumpullah dengan teman-teman yang soleh. Insyaaallah, Allah akan memudahkan jalan hijrahnya dan Allah akan mengkaruniakan hidayahnya. Seperti berteman dengan tukang besi maka akan mendapatkan percikan asapnya, begitu juga berteman dengan tukang minyak wangi maka akan mendapatkan percikan harum wanginya. Maka carilah sahabat baik yang selalu mendekatkan dan mengingatkanmu kepada Allah.

Penulis punya cerita, teman penulis dulu beragama Konghucu, dia tidak pernah berkhayal untuk belajar Al quran, tidak pernah berkhayal duduk di pengajian, dan tidak pernah berkhayal untuk mengerjakan sholat serta sunnah lainnya. Tapi suatu hari, dia mendengar lantunan shalawat, bergetar dadanya, mendengar adzan, merinding seluruh tubuhnya dan menangis kala itu. Dia pun bingung dengan dirinya sendiri dan bertanya “Kenapa?” Sejak kejadian itu, dia sering menonton tauziah di televisi, satu kalimat yang masih selalu diingat dan dijadikan motivasi untuk menjadi lebih baik adalah “Jika kita menuju Allah dengan cara berjalan biasa, maka Allah akan berlari menghampiri kita,” saking dekatnya Allah dengan kita. Dari sanalah dirinya mendapat hidayah, dan berhijrah ke agama Islam seutuhnya. Di setiap untaian doa dalam sujudnya, selalu bermohon “Ya Allah janganlah Kau tinggalkan hamba dalam kegelapan, dan jangan pula Engkau meninggalkan hamba setelah Engkau memberikan petunjuk, angkatlah hamba ke jalan terang yang Kau ridhoi.

Perlu diingat, bahwa mutiara kehidupan berada di dekat kita, yaitu “Al quran, Masjid, dan Doa.” (dds)

 

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »