Sunday 01st August 2021,

Hj. Elis Memberi Tips Pengembangan Karakter Bagi Kader IPPNU Bali

Hj. Elis Memberi Tips Pengembangan Karakter Bagi Kader IPPNU Bali
Share it

ASWAJADEWATA.COM | DENPASAR

Cara yang tak biasa dilakukan oleh PW IPPNU Bali dalam menyambut Hari Lahir (Harlah) IPPNU ke 66 tahun ini.

Bertempat di Warung Teras Kopi Kita yang berlokasi di Jalan By Pass Ngurah Rai Sanur, Denpasar, pada Sabtu sore (27/2) dilangsungkan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan syukur jajaran Pengurus Wilayah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Provinsi Bali atas usia 66 tahun organisasi kebanggaan mereka.

Lebih menarik lagi, peringatan harlah IPPNU tersebut diisi pula dengan acara Talk Show bertema “Good Looking Good Talking, Why Not?”.

Talk Show ini melibatkan para pembina IPPNU Bali sebagai narasumber yang menyampaikan materi bagaimana membentuk branding lewat melatih kemampuan dalam public speaking.

Sambutan Sri Wardani selaku pembina IPPNU Bali menyinggung pentingnya setiap kader IPPNU Bali untuk selalu berusaha meningkatkan kepercayaan dirinya di tengah pergaulan dalam masyarakat.

“Kesempatan baik semacam ini tidak setiap saat dapat dijumpai, jadi manfaatkan sebaik-baiknya. Jangan takut untuk mencoba,” katanya kepada para rekanita IPPNU Bali yang hadir.

Senada dengan mbak Ani sapaan akrab pembina yang juga salah satu pengurus harian di PW Muslimat NU Bali itu, Ketua PW IPPNU Bali Saidah Husnia sebelumnya menyampaikan harapan kepada rekanita sesama pengurus agar acara ini dapat menginspirasi dan memotivasi mereka untuk bisa tampil lebih baik di depan publik.

“Tujuan acara ini adalah untuk mendorong rekanita agar berani tampil. Sehingga diharapkan membawa dampak positif terhadap organisasi dan keseharian rekanita masing-masing nantinya,” jelas Husnia.

Kemudian acara dilanjutkan oleh Hj. Elistiani Diah Lukitasari, S.E. yang dalam kesehariannya biasa dipanggil mbak Elis sebagai pemateri utama sore itu.

Mbak Elis memulai dengan menyampaikan bagaimana cara membangun karakter khas yang dipunyai oleh seseorang. Agar selalu diingat orang.

Dirinya memberi contoh bagaimana intonasi suara,  bahasa tubuh, dan mimik wajah seseorang dapat sangat berpengaruh dalam sebuah pola komunikasi publik.

“Dengan memperhatikan cara komunikasi kita dengan baik, akan mudah membuat lawan bicara atau audiens mengingat kita. Lalu mendapat respek dan tanggapan yang kita harapkan,” paparnya.

Mbak Elis menambahkan bahwa semuanya itu perlu dilatih terus sehingga akhirnya menemukan sesuatu yang khas dalam diri masing-masing sebagai nilai plus yang bisa ditonjolkan.

“Caranya, jadilah diri sendiri, temukan kelebihan yang kalian punya, sambil perlahan membangun citra diri positif kita. Sehingga orang mudah mengingat kita. Dibalik kelembutan kata-kata wanita, disana ada kekuatan,” tutup mantan model senior yang cukup terkenal di Bali itu.

Penulis: Dadie W. Prasetyoadi

 

 

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »