Friday 04th December 2020,

KHR. Syarif Rahmat SQ. MA, Penulisan Karya Ilmiah Sejarah Perjuangan NU Sangat Penting

KHR. Syarif Rahmat SQ. MA, Penulisan Karya Ilmiah Sejarah Perjuangan NU Sangat Penting
Share it

ASWAJADEWATA.COM | Keberadaan NU sebagai wadah dari mayoritas umat Islam di Indonesia tidak bisa dipungkiri memiliki peran sangat penting dalam perjalanan bangsa ini. Dibuktikan dengan keberhasilannya mengantarkan Rais Aam KH. Ma’ruf Amin menjadi Wakil Presiden 2019-2024 mendampingi Presiden Jokowi.

Hal ini dikatakan oleh KHR. Syarif Rahmat, SQ. MA kepada Aswajadewata.com setelah memberi ceramah dalam acara Tabligh Akbar Kebangsaan yang diadakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Denpasar bertempat di Masjid Agung Sudirman Kodam IX Udayana (9/7).

“Hanya saja yang dirasa kurang adalah keterlibatan warga Nahdlatul Ulama dalam mengisi kemerdekaan, karena sejak awal memang NU diisi orang-orang yang tidak ambisi. Jika ada permintaan kepada umat Islam, NU selalu menunjuk orang lain. Belakangan hal ini disadari oleh para Ulama NU, Maka terlihat saat ini NU mulai berani ikut berkompetisi dalam mengambil posisi strategis di negeri ini”, papar pengasuh Pon Pes Ummul Quro’ Tangerang itu.

Menurutnya kemampuan itu membuktikan bahwa NU sangat dominan dalam turut menentukan arah pembangunan Indonesia ke depan. Maka sangatlah penting untuk membekali generasi penerus kemerdekaan ini dengan referensi akurat tentang sejarah berdirinya Indonesia serta peran para pejuang kemerdekaan, khususnya para Ulama NU.

“Caranya dengan menulis karya-karya ilmiah tentang NU melalui sanad sejarah dari generasi terdahulu yang jelas dan masih tersisa untuk menguak keterlibatan segala unsur NU seperti Ansor, Muslimat dan lainnya yang banyak sekali dalam memperjuangkan kemerdekaan yang sekarang kita bisa nikmati ini, lalu mempublikasikannya secara luas agar generasi sekarang selalu ingat dan termotivasi. Karena banyak orang-orang yang tinggal di negeri ini tidak semua ingin melihat bangsa ini merdeka secara utuh, ini hendaknya dapat diwaspadai karena menjadi ancaman utama persatuan bangsa”, tegasnya.

Masuknya ideologi dan pemahaman dari luar yang justru dibawa oleh pelajar-pelajar Indonesia  seringkali tidak sesuai dengan kondisi masyarakat dan akar budaya Nusantara, akhirnya ini menyebabkan terganggunya keharmonisan hubungan sesama masyarakat. Disinilah diperlukan penguatan referensi bacaan yang benar dan bermutu sebagai salah satu tameng untuk melindungi generasi penerus bangsa ini dari ancaman itu.

“Ini merupakan salah satu tugas NU beserta lembaga yang menanganinya yaitu Lajnah Ta’lif wan Nasyr (LTN) yang mendesak untuk dikerjakan secepatnya, jangan sampai terlambat. Karena jika kita bicara tentang perjuangan NU maka itu identik dengan perjuangan bangsa, begitu pun sebaliknya, perjuangan bangsa adalah identik dengan perjuangan NU”, pungkas Kyai Syarif mengakhiri perbincangan malam itu.

(dad)

 

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »