Thursday 11th August 2022,

KHUTBAH IDUL ADHA: Nilai-Nilai Toleransi Beragama Hari Raya Qurban di Bali

KHUTBAH IDUL ADHA: Nilai-Nilai Toleransi Beragama Hari Raya Qurban di Bali
Share it

ASWAJADEWATA.COM |

 

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ (3x)

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لَاإِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ اْلحَمْدُ اَلْحَمْدُ للهِ الْقَائِلِ (وَللهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً)، وَأَشْهَدُ أّنْ لَاإِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ وَأَحَثُّكُمْ عَلَى طَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ.

Jamaah shalat Idul Adha yang dimuliakan Allah

Marilah kita senantiasa meningkatkan kualitas iman dan takwa kepada Allah subhanahu wata’ala dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya. Semoga kita semua senantiasa berada di jalan iman dan takwa, menuju rahmat dan riod Allah, sehingga kita semua menjadi hamba yang beruntung di dunia dan akhirat. Amin allahumma amin.

Jamaah shalat Idul Adha yang dimuliakan Allah

Pada momen ini, hari raya Idul Adha, umat Islam yang berada di tanah air menyambut Idul Adha dengan takbir, tahlil, dan tahmid sebagai ikrar keyakinan atas kebesaran Allah, ikrar sebagai seorang hamba yang mengesakan Allah dan ungkapan rasa syukur kepada Allah subhanahu wata’ala.

Sedangkan umat Islam di tanah suci Makkah, Arafah dan Mina tengah menunaikan ibadah haji. Mereka datang dari berbagai pelosok dunia, dari berbagai bangsa dan suku, dari latar belakang yang berbeda, mereka menyatu dalam kepasrahan kepada Allah subhanahu wata’ala.

Semoga kita semua diberikan kekuatan dan kesempatan oleh Allah untuk menunaikan ibadah haji, dan menjadi haji yang mabrur.

Jamaah shalat Idul Adha yang dimuliakan Allah

Pada momen ini pula, bagi umat Islam yang mampu dianjurkan melaksanakan ibadah kurban. Berbagi daging dan kebahagiaan kepada sesama. Mengurbankan sebagian harta kita untuk diberikan kepada orang lain, dengan menyembelih hewan kurban. Allah berfirman,

اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ ࣖ

“Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak.  Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah). Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah).” (QS. Al-Kautsar)

Ibadah kurban mengajarkan kepada kita semua, tentang kesetaraan manusia di hadapan Allah, tanpa memandang jabatan, status sosial, latar belakang pendidikan, suku, bangsa, serta kelas ekonomi. Ibadah kurban memberikan pesan kepada umat Islam tentang pentingnya solidaritas, empati terhadap orang lain, serta menyembelih ego pribadi untuk kemanfaatan bersama.

Jamaah shalat Idul Adha yang dimuliakan Allah

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr r.a. bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah: “Ajaran Islam apakah yang baik?” Rasulullah menjawab,

   تُطْعِمُ الطَّعَامَ، وَتَقْرَأُ السَّلاَمَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ (رواه البخاري ومسلم)

“Memberi makanan dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan kepada orang yang tidak kamu kenal.” (HR. Bukhari, No: 28, Muslim, No: 126).

Hadits ini menjelaskan kepada kita semua, bahwa Islam tidak hanya tentang ibadah saja yang diajarkan, tetapi tentang kehidupan sosial pun menjadi perhatian. Hadis ini mengajak umat Islam, bahkan umat manusia secara keseluruhan untuk memperhatikan nasib masyarakat di sekitarnya.

Masyarakat sekitarnya yang terdekat adalah tetangga. Tetangga memiliki hak atas kita. Rasulullah mengelompokkan hak tetangga dalam tiga macam. Pertama, tetangga muslim yang memiliki hubungan kerabat. Maka ia memiliki 3 hak, yaitu hak tetangga, hak kekerabatan, dan hak sesama muslim. Kedua, tetangga muslim yang tidak memiliki hubungan kekerabatan. Maka ia memiliki 2 hak, yaitu hak tetangga, dan hak sesama muslim. Ketiga, tetangga non-muslim. Maka ia memiliki satu hak, yaitu hak bertetangga.

Jamaah shalat Idul Adha yang dimuliakan Allah

Pada momen hari raya Idul Adha, kita yang di Bali ini, memiliki keistimewaan dan keindahan. Karena kita merayakan Idul Adha tidak hanya sesama muslim. Tetapi saudara dan tetangga kita yang non muslim ikut serta menjaga dan menertibkan keberlangsungan shalat Id. Inilah toleransi yang dikehendaki Islam. Saling membantu, menghargai dan melindungi.

Setelah kita menunaikan shalat Id, kita akan melanjutkan ibadah kurban, dengan menybembelih sapi atau kambing. Dari hewan kurban ini, kita berbagi kepada saudara, jamaah, dan para tetangga. Berbagi merupakan ajaran Islam yang paling dianjurkan.

Berbagi hewan kurban boleh juga diberikan kepada saudara kita yang berbeda agama. Ibnu Qudamah dalam kitabnya Al-Mughni menjelaskan,

وَيَجُوزُ أَنْ يُطْعِمَ مِنْهَا كَافِرًا

Boleh meberikan hewan kurban kepada non muslim. Kebolehan ini memiliki catatan, yaitu.

  1. Hewan kurban yang dibagikan bukan kurban wajib (kurban karena nadzar). Oleh sebab itu, kita yang muslim perlu memilah mana hewan kurban wajib dan sunah. Untuk dibagikan kepada sudara kita yang Hindu, pilihlah hewan kurban yang sunah.
  2. Pembagian hewan kurban bukan kepada non muslim harbi, yaitu non muslim yang mengganggu dan mengancam umat Islam. Namun untuk di Bali, umat Hindu tidaklah demikian. Mereka semua seperti keluarga dan saudara. Tidak pernah mengganggu apalagi mengancam umat Islam di Bali. Oleh sebab itu, sangat dibolehkan berbagi daging kurban kepada sudara kita yang Hindu.

Selain itu, berbagi adalah bentuk keindahan dan kasih sayang agama Islam. Sebagai umat Islam, harus mampu menunjukkan sikap yang baik kepada non muslim, terlebih jika non muslim tersebut sudah menjadi seperti saudara dan keluarga meski dalam bentuk sosial bertetangga, khususnya di Bali.

Jamaah shalat Idul Adha yang dimuliakan Allah

Berbagi kepada siapapun, khususnya kepada tetangga merupakan sunah Nabi. Sebagaimana hadits menjelaskan,

 

عن أَبي ذر قَالَ : قَالَ رَسُول الله يَا أَبَا ذَرٍّ ، إِذَا طَبَخْتَ مَرَقَةً ، فَأكثِرْ مَاءهَا ، وَتَعَاهَدْ جيرَانَكَ رواه مسلم

 

“Dari Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah bersabda: “Wahai Abu Dzarr, jika engkau memasak masakan berkuah, maka perbanyaklah kuahnya dan perhatikanlah tetanggamu.” (HR Muslim)

Islam sebagai agama yang membawa rahmat untuk semesta alam (rahmatan lil alamin), sesuai namanya, juga menyerukan umatnya untuk menebarkan perdamaian dan saling mencintai antar sesama manusia. Cinta kasih adalah modal utama untuk mewujudkan hidup rukun, aman, dan tentram. Bukti cinta antar sesame adalah saling berbagi.

Semoga di momen Idul Adha ini, kita mampu mewujudkan dan meraih cinta antar sesama melalui saling menjaga, melindungi dan berbagi. Sehingga kita semua dalam kedamaian, kerukunan dan keharmonisan.

وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسَتَمِعُوْا لَهُ وَأَنْصِتُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بسم الله الرحمن الرحيم: وَالْعَصْرِ إِنَّ الْإِنسٰنَ لَفِى خُسْرٍ إِلَّا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ مِمَّا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ. اللهُ أَكْبَرُ… اللهُ أَكْبَرُ… اللهُ أَكْبَرُ… اللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ.

 

Khutbah II

 اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ ولله الحمد

اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِالْإِصْلَاحِ، وَحَثَّنَا عَلَى الصَّلَاحِ، وَبَيَّنَ لَنَا سُبُلَ الْفَلَاحِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ. إنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى فِيْهِ بِمَلَائِكَتِهِ، فقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. وقالَ رسولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْراً. اللَّهُمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِيْنَ، وَعَنِ التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ الْاَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ.اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا أَخِرَتَنَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَادُنَا، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِيْ كُلِّ خَيْرٍ. اَللَّهُمَّ لَا تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا دَيْنًا إِلَّا قَضَيْتَهُ، وَلَا مَرِيْضًا إِلَّا شَفَيْتَهُ وَعَافِيَتَهُ، وَلَا حَاجَةً مِنْ حَوَائِجِ الدُّنْيَا إِلَّا قَضَيْتَهَا وَيَسَّرْتَهَا لَنَا يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِيْنَ، وَيَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ، وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ

عِبَادَاللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهُ أَكْبَرُ

 Oleh:Muhammad Taufiq Maulana

 

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »